Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

DPRD SULUT tolak Ful Day School

21/08/16, 18:05 WIB Last Updated 2016-08-21T11:05:22Z
adv google
James Karinda.(foto:ist)
Manado, BLITZ--Ketua Komisi IV DPRD Sulut James Karinda (JK) Ketua Komisi IV Deprov Sulut menolak adanya Full Day School diterapkan.

"Karena, kalau seharian anak-anak berada disekolah, sudah tidak akan mengenal lingkungan sekitar dan tidak mengetahui lingkungan yang ada di luar. Dalam kata lain anak-anak tidak bisa lagi bersosialisasi dengan masyarakat yang ada di sekitarnya," ujar Karinda.

Ditambahkannya, Jika tidak di tambah hari libur maka ini akan membahayakan cara pikir anak-anak, pastinya anak-anak akan stres kalau bisa tinggal seharian di sekolah.

"Bayangkan saja jika anak seharian disekolah dan tidak bertemu dengan orang tua dan nantinya bertemu hanya hari minggu saja, pastinya anak-anak akan stres," jelas Karinda.

Lanjut dikatakan Karinda, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, seperti kurikulum yang berubah, honor guru dan biaya orang tua untuk keseharian putra-putri di sekolah, dan agar bisa dalam Full Day School ini siswa-siswa di berikan makanan.

"Kurikulum berubah tentunya. Honor guru harus ditambah sesuai hitungan jam yang sudah diatur, biaya orang tua untuk transport , makan anak dan snack saat berada disekolah pun bertambah," tutupnya.(Iv)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DPRD SULUT tolak Ful Day School

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan