Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Lihat Pasien DBD di RSUP Prof Kandouw, Ini yang Dilakukan Wawali Mor

10/01/19, 10:37 WIB Last Updated 2019-01-11T03:38:42Z
adv google
Wakil Walikota Manado Mor D. Bastiaan bersama Istri Imelda Bastiaan-Markus (Baju Batik Coklat) saat melihat langsung kondisi pasien yang terjangkit DBD.(foto:istimewa)


Manado, BLITZ--WAKIL Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE atas nama Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mendatangi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandouw Malalayang, untuk melihat dari dekat keberadaan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit tersebut, Rabu (09/01) Siang.





Didampingi isteri tercinta yang juga Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK) Manado Imelda Bastiaan Markus SE, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Marini Kapojos dan Camat Malalayang Deasy Kalalo, Wawali Mor Bastiaan mengunjungi satu persatu pasien DBD yang umumnya anak-anak di Instalasi Rawat Inap (Irina) E itu.

"Saat ini, saya bersama dinas terkait memantau langsung kondisi para pasien demam berdarah serta sejauh mana penanganan pihak rumah sakit kepada para pasien tersebut. Memang diakui, dengan banyaknya pasien yang datang berobat, kondisi rumah sakit saat ini sudah sangat penuh sehingga banyak pasien yang harus dirawat di lorong-lorong, tetapi, memang lebih baik ditangani di rumah sakit ini, karena banyak dokter dan tim ahli ada di sini,” tukas Wawali Mor Bastiaan kepada sejumlah media.





Dari data yang ada, kata Wawali Mor, kasus DBD tahun 2018 mengalami peningkatan yakni 231 kasus, dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 142 kasus.

"Ini memang siklus 10 tahunan dan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan adalah meningkatnya penduduk di Kota Manado. Arus urbanisasi pertumbuhannya cukup pesat, terjadi kepadatan penduduk di kota ini, kalau kebersihan lingkungan tidak dipelihara dengan baik, kalau masyarakat tidak punya kesadaran untuk menjaga lingkungannya bersih, maka tentu penyakit-penyakit seperti ini tetap akan terjadi,” tandas Wawali Mor Bastiaan.





Meski telah ditemukan banyaknya kasus DBD di Kota Manado, namun Pemerintah Kota Manado belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini dikarenakan, Pemkot masih menunggu data dari rumah sakit maupun Puskesmas yang ada di Manado.

"Sekarang ini, kami masih mengumpulkan data-data pasien DBD di Kota Manado dari seluruh rumah sakit sampai Puskesmas untuk digunakan sebagai acuan penetapan KLB," tukasnya.





Lanjut dikatakan, langkah yang dilakukan Pemkot Manado adalah melaksanakan penyemprotan atau fogging pada wilayah yang ditemukan adanya kasus DBD dan itu telah dilakukan Pak Walikota Vicky  lalu di sejumlah lokasi pekuburan dan sekolah-sekolah.

"Sementara data dikumpulkan dari rumah sakit dan Puskesmas, kami terus bekerja, tidak harus tunggu sampai  dikeluarkannya KLB. Sesuai instruksi Pak Walikota, sesudah apel perdana Pemkot Manado kami telah melakukan fogging. Bahkan, Pak Walikota Vicky Lumentut turun langsung melakukan fogging,” pungkas Wawali Mor Bastiaan.

Namun yang paling pokok, ujar Wawali Mor, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan baik di rumah maupun lingkungan sekitar. Dengan terus menerapkan program 3 M yakni menutup, menguras dan menimbun tempat penampungan air maupun bahan plastik seperti botol, kaleng yang menjadi biang pertumbuhan jentik nyamuk DBD tersebut.



Bag.pemhum/Shiaumey
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lihat Pasien DBD di RSUP Prof Kandouw, Ini yang Dilakukan Wawali Mor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan