Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Adat dan Budaya Dalam Perspektif Seorang SWM

19/02/19, 12:37 WIB Last Updated 2019-02-19T05:37:30Z
adv google
Bupati Sri Wahyumi Manalip SE selaku Marambe Sinangian Ratu Taroda.(foto:istimewa)


Melonguane, BLITZ--Adat dan budaya selalu lekat dalam keseharian hidup masyarakat Kepulauan Talaud atau sering disebut Tanah Porodisa, mengingat jejak leluhurnya.


Sejak ditahbiskan sebagai Marambe Sinangian Ratun Taroda, Bupati Sri Wahyumi Manalip SE (SWM) melakukan sejumlah langkah progresi dalam mempertahankan dan melestarikan eksistensi warisan budaya dan adat daerah.


Seremonial adat setiap tahun di tingkat Kabupaten dilaksanakan dan mendorong pelaksanaannya di tingkat Banua maupun Tampa.


"Acara budaya dan adat jangan hanya dipandang sebagai ajang seremoni belaka, tetapi hakekat dan makna yang terkandung di dalamnya yang harus menjadi jiwa dan pemaknaan oleh kita semua," ujar SWM, Selasa (19/2).


Secara fisik bangun pelestarian yang dilakukan oleh SWM ialah membangun destinasi wisata budaya yang tersebar di hampir seluruh wilayah.


"Termasuk yang dikerjakan di tahun 2016 adalah penulisan cerita rakyat yang dibukukan dengan judul Dari Ramensa ke Manongga," lanjutnya.


Dalam perspektif SWM selaku Marambe Sinangian Ratun Taroda, pelestarian budaya dan adat masyarakat Talaud adalah subyek yang harus berbuat dan melakukannya.


"Budaya dan adat yang sebagai kearifan lokal yang menjaga entitas kehidupan Tanah Porodisa adalah kewajiban setiap Ana'u Wanua (anak daerah/Talaud) yang mengambil peran aktif menjaga, mempertahankan dan melestarikan serta mewariskannya kepada anak cucu kita," ujarnya.


Keberadaan Tanah Porodisa yang sudah berotonom, tidak lepas dari filosofi atau nilai-nilai kehidupan yabg dijalankan oleh masyarakat.

Oleh karena itu menurut SWM, siapapun dia selaku putra-putri Porodisa wajib menjaganya.


"Tidak ada budaya dan adat yang mampu bertahan, jika kita selaku pemilik dan pewarisnya tidak memahami, tidak mempunyai rasa memiliki dan tidak melestarikan serta mewariskannya kepada anak cucu kita.

Saya selalu bangga menjadi anak Talaud dan memberi ruang serta rasa hormat kepada seluruh pemangku adat yang sampai hari ini baik Ratum Banua, Inangu Wanua, Ratun Tampa dan Inangu Tampa masih setia dan saya doakan terus setia menjaga warisan budaya dan adat yang menjaga Tanah Porodisa aman dan damai serta berada dalam lindungan Yang Kuasa," pungkas SWM.




Den-Dala
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Adat dan Budaya Dalam Perspektif Seorang SWM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan