Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Karya Maranatha "dikuasai" oknum tertentu, DPRD tak Berani Panggil RDP

08/02/19, 20:55 WIB Last Updated 2019-02-08T13:55:15Z
adv google
Penyaluran BBM APMS Karya Maranata beberapa waktu lalu.(foto:istimewa)



Melonguane, BLITZ--APMS Karya Maranatha Lirung diduga dikuasai oknum-oknum tertentu yang ingin meraup keuntungan lebih dari kebutuhan masyarakat.


Dugaan ini mengemuka setelah menghilangnya BBM jenis Solar di APMS, namun justru bisa di dapatkan di salah satu penjual di Pulau Salibabu.


"Sewaktu membeli di APMS, solar tidak ada. Tapi bisa di dapat di salah satu penjual yang katanya, pemilik pangkalan tersebut yang menebus kuota Solar milik masyarakat yang seharusnya ditebus oleh APMS Karya Maranatha," ungkap Alpri seorang sopir truk di Lirung, Jumat (8/2).


Informasi lain yang berhasil dirangkum, sampai saat ini kuota BBB jenis Kerosine atau minyak tanah, belum juga ditebus oleh APMS Karya Maranatha.


"Kondisi APMS Karya Maranatha yang sudah sangat jelas jadi milik bersama oknum-oknum nakal, sepertinya lepas dari perhatian para pemangku kepentingan, yang membuat masyarakat tak tahu harus bersuara kepada siapa lagi," kata Markus Tuisan warga asal Moronge.


Sayangnya, kondisi yang sudah sangat memprihatinkan ini, juga luput dari pengawasan Bagian Ekonomi Pemkab Kepulauan Talaud.


Komitmen yang pernah diutarakan Kabag Ekonomi Yerry Nangalo, soal pengawasan dan penertiban distribusi BBM belum dilaksanakan.


"Kami menagih janji Kabag Ekonomi Setdakab yang kemarin-kemarin begitu kencang menyuarakan pemberantasan mafia BBM di Talaud," ujar Petrus Zapara aktivis muda Talaud.


Di sisi lain, warga mempertanyakan kesungguhan hati para wakilnya yang terlihat tidur nyenyak di kursi empuk DPRD Kepulauan Talaud.


"Sudah dari tiga tahun lalu, kami selalu menyampaikan hal ini kepada para wakil rakyat, khususnya yang berada di Dapil Pulau Salibabu dan Kabaruan. Tetapi mungkin mereka terlalu sibuk atau takut menyentuh APMS Karya Maranatha, sampai mengabaikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat," kata Tumurut Tucunang, warga Lirung.


Salah satu anggota DPRD asal Dapil Salibabu dan Kabaruan Denny Roinal Marthin mengatakan, ia tidak menyangkali jika sampai hari ini penuntasan masalah BBM sangat sulit dilakukan.


"Padahal Komisi 2 DPRD sudah menemui pihak Pertamina Manado menanyakan masalah Karya Maranatha. Kemudian sudah disepakati dan menjadi pendapat akhir lima fraksi untuk menyelesaikan kasus BBM. Saya pribadi sudah mendorong kawan-kawan sesuai keputusan lalu untuk segera memanggil hadir dalam RDP pihak APMS, Pertamina Manado dan Bagian Ekonomi Pemkab Kepulauan Talaud. Jika tidak masalah ini akan membuat masyarakat terus berada di bawah kekuasaan para pemain BBM di Talaud," tukasnya.



Den-Dala
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Karya Maranatha "dikuasai" oknum tertentu, DPRD tak Berani Panggil RDP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan