Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Saafa:KPU Bawaslu dan Pemkot Jangan "Egois" Soal Anggaran Pilkada

03/09/19, 12:23 WIB Last Updated 2019-09-03T05:23:32Z
adv google
Syarifudin Saafa



Manado, BLITZ--Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado 2020, ternyata berbuntut permasalahan baru, hal ini dikarenakan angaran yang dihibahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, sebesar 1 miliar (KPU) dan 500 Juta (Bawaslu), dianggap masih belum cukup.

Akan hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Syarifudin Saafa, berpendapat bahwa hal tersebut karena kurangnya komunikasi antara Pemerintah dan Penyelenggara.

"Hal itu terjadi karena miskomunikasi antara Pemkot dan KPU serta Bawaslu. Harusnya mereka menjalin komunikasi yang lebih baik, mengingat penganggaran Pilkada sudah diamanatkan oleh Undan-undang," tutur Saafa.

Legislator yang akrab dengan dunia jurnalistik ini, menghimbau agar pihak Penyelenggara dan Eksekutif, bisa sama-sama mensukseskan pelaksanaan Pilkada, karena menurutnya, hajatan pemilihan kepala daerah berkaitan dengan kepentingan publik.

"Jangan ada ego sektoral, semisal KPU dan Bawaslu merasa bukan bawahan Pemkot begitu juga sebaliknya Pemkot juga merasa bukan bawahan KPU dan Bawaslu. Baiknya mari duduk bersama demi kepentingan seluruh warga Kota Manado," tandas legislator tiga periode ini,"



(Fangky)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Saafa:KPU Bawaslu dan Pemkot Jangan "Egois" Soal Anggaran Pilkada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan