Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Makawata:Kinerja Perangkat Daerah tak Secerdas Program Walikota

04/11/19, 19:30 WIB Last Updated 2019-11-05T03:53:43Z
adv google
Ketua Komisi III DPRD Kota Manado, Jonas Ronny Makawata
Manado, Blitz - Memasuki masa akhir jabatan Walikota Manado, G S Vicky Lumentut, berbagai kritik disampaikan para legislator gedung cengkeh Tikala. Seperti yang didengungkan Ketua Komisi III, Jonas Ronny Makawata, Senin (4/11) malam tadi, dimana menurutnya, kinerja OPD masih kurang maksimal. 

"Sudah mendekati akhir masa jabatan Walikota Manado, namum masih banyak yang perlu mendapatkan perhatian khusus terlebih persoalan yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Diantaranya yang perlu diperhatiakan pembagian dana bantuan sosial dan masalah infrastruktur,” kata Makawata.

Mengenai dana bantuan sosial, menurut Makawata, pembagiannya harus lebih transparan, agar masyarakat bisa menilai apa yang menerima dana bantuan tersebut layak atau tidak.

"Sejak masih di Komisi IV saya sudah pernah meminta nama-nama penerima bantuan sosial kepada dinas sosial. Namun sampai detik ini tidak ada. Bagaimana kami bisa tahu kalau penerimanya layak atau tidak. Seperti yang terjadi di Kecamatan Singkil ada 1476 KK penerima," ujarnya.

Dikatakan Makawata, pembagian bantuan sosial yang belum transparan bisa menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat.

“Kita tidak tahu di kelurahan mana saja penerima bantuan ini. Jangan sampai hanya di nominasi oleh 1 kelurahan dari 9 kelurahan yang ada di Kecamatan Singkil,” terangnya.

Sementara untuk masalah Infrastruktur, Politisi PDIP ini mengatakan Pemkot tidak pernah belajar dari kesalahan di tahun-tahun sebelumnya. Menurut Dia, banyak proyek drainase yang selalu rusak meski terus direnovasi. 

"Pak Walikota  GSVL dengan program cerdasnya sudah jalan 9 tahun, kita harus belajar di tahun 2014 ketika banjir besar datang. Harusnya konsep dari Bapelitbang sudah bisa menuntaskan semua ini. Tapi ternyata tidak, hujan sedikit saja air sudah naik," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa perencanaan dan eksekusi yang dilakukan tidak sejalan, padahal jika belajar dari masalah banjir besar lalu harusnya, saat ini sudah tidak ada genangan-genangan air kecil di tempat yang sama.

"Contohnya SMP 11 di Kelurahan Sumompo, setiap kali hujan air naik sampai dalam kelas dan sudah tidak bisa berbuat apa-apa, hal ini sudah berlangsung dari beberapa tahun lalu, dan sampai saat ini belum ada perubahan ke arah yang lebih baik, kalau seperti ini artinya memenagkan ada yang salah dengan perencanaan," ketus RomaJo akrab disapa. 

Meski begitu, dirinyapun masih berharap ada perubahan ke arah yang lebih baik, terjadi di akhir masa jabatan dari Walikota GSVL nanti. 

"Program cerdas Walikota GSVL berbanding terbalik dengan kinerja yang ditunjukan Perangkat Daerah di bawahnya. Tapi kami masih berharap kedepannya di akhir masa jabatan Walikota, bisa ada perubahan besar dalam hal realisasi program cerdas Walikota, serta mampu mengatasi persoalan-persoalan yang ada di Masyarakat," tandasnya. 


(Fangki)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Makawata:Kinerja Perangkat Daerah tak Secerdas Program Walikota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan