Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

OPSI Sulut Gelar Workshop Bersama Insan Pers Terkait Panduan Liputan Pekerja Seks

26/11/19, 17:22 WIB Last Updated 2019-11-26T10:49:30Z
adv google
OPSI Sulut foto bersama Jurnalis, usai workshop.(ist)
Manado, Blitz - Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Sulawesi Utara, Selasa (26/11) menggelar kegiatan workshop sehari bersama jurnalis di Kota Manado, terkait panduan liputan isu-isu tentang pekerja seks yang selama ini dinilai, terlalu mendiskreditkan mereka.

Dijelaskan Sekretaris OPSI Sulut, Rita Sumampow, sebagai organisasi yang selama ini melakukan pendampingan terhadap para pekerja seks, pihaknya menilai terjadi ketidak berimbangan dalam pemberitaan media selama ini.

"Kalau kami membaca berita yang berkaitan dengan pekerja seks, sepertinya tidak ada perimbangan, tanpa menggali informasi lebih dalam alasan mereka (pekerja seks) terjun kedalam profesi ini," kata Rita.

Ia pun berharap, melalui workshop ini, para jurnalis mengedepankan edukasi dan rasa kemanusiaan, ketimbang mengejar sensasi dari pemberitaan soal pekerja seks.

"Setelah kami melakukan pendampingan sejak Tahun 1999, latar belakang mereka menjadi pekerja seks karena beban ekonomi. Sebagian besar pekerja seks merupakan sumber penghidupan dari keluarga mereka, termasuk membiayai anak-anak mereka bersekolah," ungkap Rita.

Sementara itu, tiga pekerja seks yang tampil sebagai narasumber, turut mengkisahkan latar belakang sehingga mereka terjun dalam pekerjaa itu.

"Pekerjaan ini merupakan mata pencarian kami untuk membiayai pendidikan anak-anak. Kami menyadari ini pekerjaan dosa. Tapi tidak ada pilihan bagi kami untuk menghidupi keluarga," beber ketiganya.

Isa Anshar Jusuf, narasumber dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado memaparkan tentang kode etik jurnalis. Dalam diskusi yang berkembang, para jurnalis kemudian menyadari ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan panduan jurnalis.

"Kode etik merupakan panduan yang mengikat setiap pekerja pers. Seorang jurnalis harus memposisikan diri sebagai pihak yang independen. Setiap karya tulis yang dihasilkan wartawan harus berimbang. Wartawan sering mengabaikan asas keberimbangan maupun verifikasi data yang didapat," tutur Isa.

Dalam kesempatan tersebut, para jurnalis bersepakat untuk lebih berhati-hati saat menulis isu tentang pekerja seks.

"Kami berharap OPSI bisa membuat panduan penulisan tentang pekerja seks yang bisa dijadikan pegangan untuk jurnalis," ujar Benny Manoppo, wartawan salah satu media online lokal di Sulut. (*)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • OPSI Sulut Gelar Workshop Bersama Insan Pers Terkait Panduan Liputan Pekerja Seks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan