Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Tolak Plt Bupati, Warga Talaud Desak E2L -Mantap Dilantik

21/11/19, 22:11 WIB Last Updated 2019-11-21T15:11:35Z
adv google

Binilang : wajar saja ada penyampaian aspirasi


Aksi demo yang dilalukan sejumlah warga Talaud.(foto:istimewa)


Melonguane, BLITZ--Sejumlah  pendukung pasangan bupati dan wakil bupati terpillih hasil pilkada 2018 lalu, dr Elly Engelbert Lasut, ME dan Drs. Moktar Arunde Parapaga ( E2L-Mantap) melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Kepulauan Talaud, Rabu (20/11) siang.


Selain menuntut agar kepala dan wakil kepala daerah terpilih segera dilantik, massa aksi yang untuk kali ketiga berdemo di lokasi sama ini menyampaikan aspirasi  menolak penunjukan Ir Adolf Binilang, ME dari pelaksana tugas sehari-hari bupati (Plh) kepulauan Talaud menjadi pelaksana tugas bupati (Plt)  kepulauan Talaud sesuai Gubernur Sulawesi Utara Nomor : 800/ 19.9875/ Sekr - BKD  tertanggal 28 Oktober 2019 perihal penjelasan atas surat dari pelaksana tugas sehari - hari bupati kepulauan Talaud Nomor : 800/ 1662/ Sekr/ 2019 Tanggal 13 September 2019 Perihal Persetujuan Pemberhentian Tidak Hormat dan Dengan Hormat sebagai PNS.


Pada kesempatan tersebut, salah satu penanggunjawab  aksi, Yahya Malensang mengatakan penyampaian aspirasi ini merupakan aksi dan ekspresi masyarakat Talaud yang tak boleh diabaikan setelah melaksanakan Pilkada serentak 2018. Usai memimpin doa yang dilanjutkan dengan orasi,  Malensang kemudian  membacakan beberapa tuntutan.


" Tuntutan kami hanya sederhana. Disampaikan di hadapan bapak plh dan semua pejabat. Kepada bapak gubernur Olly Dondokambey untuk segera melantik bupati dan wakil bupati terpilih dalam waktu dekat. Menolak keras penunjukan plt atas surat penjelasan gubernur Sulawesi Utara,  para pejabat pemerintah daerah jangan membodohi rakyat karena itu  penyesatan, mendesak gubernur provinsi Sulawesi Utara melantik bupati dan wakil bupati kepulauan Talaud, surat penjelasan gubernur tentang penunjukan plt bupati adalah pelanggaran undang-undang dan peraturan yang berlaku," ujar Malensang


Turut tampil sebagai orator pada unjuk rasa tersebut, Yohanis Manuputty, Renalto Tumarah dan Pemberian Manumbalang.


Yohanis Manuputty menyatakan percepatan pelantikan bupati adalah sebuah harga mati yang harus diperjelas, dilakukan, ditindaklanjuti oleh pelaksana harian bupati.


"Kita disini tidak menghakimi siapapun. Kami hadir disini dengan satu tekad kami bahwa demokrasi di Talaud, kita telah memiliki sesuatu yang dinamakan kedaulatan rakyat. Kemenangan dalam demokrasi itu mutlak. Tidak diukur dari siapa yang suka dan siapa yang tidak. Hari ini kami meminta, kami mendesak kepada pemerintah  daerah untuk segera memfasilitasi pelantikan bupati terpilih, karena ini kedaulatan rakyat," kata Pemberian


" Kami mendesak kepada bapak Mendagri untuk segera melantik bupati dan wakil bupati terpilih. Karena hari ini kami sudah tidak percaya lagi kepada pemerintah provinsi dengan dikeluarkannya surat penjelasan plh dan plt itu seperti apa," pungkas Renalto


Tidak hanya itu, Tumarah mengultimatum, jika sampai hari jumat depan bupati definitif pilihan rakyat tidak dilantik, mereka akan kembali  turun melaksanakan aksi.


Mendapatkan pengawalan ketat aparat berwajib,

massa pendukung E2L Mantap diterima Binilang didampingi sejumlah pejabat pemda.


Secara singkat, Binilang menyambut baik penyampaian aspirasi masyarakat yang disampaikan secara santun. Menurut Binilang adalah sebuah kewajaran dalam alam demokrasi untuk bebas menyampaikan pendapat sepanjang tidak anarkis dan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.


"Menyampaikan aspirasi hal yang wajar, menyangkut tuntutan kepada Pemprov sudah dilaporkan, bersyukur tidak anarkhis dan berharap kedepan  jika ada hal-hal yang tidak jelas kiranya dapat  dikomunikasikan dengan Pemda secara  baik," ucap Binilang.


Dari kantor bupati, massa aksi yang berasal dari berbagai wilayah ini kemudian membubarkan diri untuk melanjutkan penyampaian aspirasi ke Gedung Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud.



Den-Dala
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tolak Plt Bupati, Warga Talaud Desak E2L -Mantap Dilantik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan