Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Mekel Towoliu dan Franko Wangko Helat Reses di Malalayang II Lingkungan V

04/12/19, 20:30 WIB Last Updated 2019-12-05T01:02:13Z
adv google
Mekel Towoliu dan Franko Wangko saat gelaran reses.
Manado, Blitz - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Manado, Maikel Tololiu dan anggota komisi I, Franko Wangko  menyerap aspirasi masyarakat lewat kegiatan masa reses II  tahun 2019 di Kelurahan Malalayang II lingkungan V, Rabu (4/12) malam.

Dikesempatan itu, Maikel Towoliu dan Franko Wangko mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang boleh hadir di acara reses pertama mereka setelah menjadi anggota DPRD Kota Manado.

Dikesempatan itu, keduanya menjelaskan reses merupakan agenda luar gedung dari setiap wakil rakyal rakyat  untuk menyerap aspirasi masyarakat di dapil masing-masing. "Untuk itu, jangan ragu-ragu untuk menyampaikan aspirasi sebentar," kata Maikel Towoliu.

Sementara Franko Wangko menambahkan, ada dua poin inti dalam reses. Pertama mendengarkan aspirasi dan kedua berusaha berjuang untuk mengawal aspirasi. Wangko pun membeberkan alasannya kenapa dirinya dan Maikel Towoliu menggelar reses secara bersamaan.

"Kenapa reses dibuat sama-sama. Karena kebetulan kami tinggal satu kompleks. Jadi, kami ingin membangun secara bersama-sama dengan diawali ditempat kami," ujarnya.

Pada agenda reses tersebut, sejumlah persoalan ditanyakan masyarakat kepada politisi Nasdem Franko Wangko dan Demokrat Maikel Towoliu dari dapil Sario Malalayang. Mulai dari lampu jalan, drainase, retribusi sampah, lahan perkuburan, Puskesmas tidak 24 jam, dan jalan.

Mendengar aspirasi masyarakat, Maikel Towoliu pun berjanji bakal memasang lampu jalan dalam waktu dekat.

"Untuk lampu jalan nanti kita buat, kami pastikan bulan Desember ini sudah mulai jalan. Sedangkan lahan perkuburan nanti akan dipertanyakan di DLH, kalau belum diatur nanti akan disampaikan," ujarnya.

Sementara soal retribusi sampah, dijelaskan, Camat Malalayang,Deysi Kalalo. Menurutnya, retribusi sampah sudah berlaku sejak tahun 2017. Pun petugas yang menagih retribusi sampah itu resmi dari pemerintah kecamatan Malalayang.

"Dan uangnya langsung disetor sebagai PAD. Kalau ada masyarakat tidak tahu, berarti kinerja kepala lingkungan akan dievaluasi karena kurang memberikan sosialisasi. Selanjutnya retribusi ini bukan untuk dibayar THL. Kalaupun ada yang tidak bayar akan ada denda sesuai perda yang ada. Retribusi pun bervariasi. Tidak semua rumah sama," ujarnya.

Terkait pelayanan Puskesmas, jawab oleh pihak dinas kesehatan Kota Manado yang menjelaskan, pelayanan emergency tetap dilayani 1x24 jam. Namun, untuk poliklinik disebut tidak 24 jam.

Sementara itu, baik Mekel Towoliu maupun Franko Wangko, menyesalkan ketidakhadiran kepala Dinas maupun perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran mitra kerja kami di Pemkot Manado, yang bisa meluangkan waktu, tetapi kamipun sangat menyesalkan ketidakhadiran satupun perwakilan Dinas Capil, padahal banyak sekali warga yang ingin mempertanyakan persoalan KTP dan KK," ujar Mekel Towoliu yang turut diamini Franko Wangko.

Perlu diketahui, turut hadir dalam kegiatan reses yang pertama kali diselenggarakan oleh kedua Anggota Legislatif pasca dilantik sebagai anggota DPRD Kota Manado ini, Camat Malalayang, Deysi Kalalo, Camat Sario, Dinas PU.

(Fangky)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mekel Towoliu dan Franko Wangko Helat Reses di Malalayang II Lingkungan V

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan