Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Sopir dan Buruh Angkut Sampah Curhat ke Komisi III

31/01/20, 10:22 WIB Last Updated 2020-01-31T03:26:23Z
adv google
Para Sopir dan Buruh Pengangkut sampah, mengadu ke Komisi III DPRD Kota Manado.(AnQ) 
Manado, Blitz - Diterima Ketua Komisi , Ronny Makawata bersama Sekretaris Komisi, Royke Anter, Sopir dan Buruh angkut sampah di Kota Manado, mengadukan persoalan yang saat ini mereka hadapi seperti Pengurangan buruh pengangkut sampah dan pengurangan BBM, Jumat (31/1) siang, di ruangan Komisi III

"Kami datang untuk meminta DPRD dalam hal ini Komisi III, untuk bisa memanggil pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan Sopir dan buruh sampah," ujar perwakilan buruh.

Buruh juga meminta agar DPRD mempertanyakan terkait persoalan diberhentikannya para sopir sebelum batas usia dan pembayaran gajinbulan Desember, yang sampai saat ini belum terbayarkan.

"Saat ini biaya BBM kami rasa sangat kurang dan biaya penggantian ban kendaraan yang harus menggunakan dana pribadi, serta persoalan gaji bulan Desember yang belum dibayarkan, padahal buruh dan Sopir yang di Kecamatan Sario sudah dibayarkan," tambahnya.

Menerima keluhan sopir dan buruh ini, Ketua Komisi III, Ronny Makawata merasa sangat prihatin terkait persoalan yang mereka hadapi. Dirinya mengatakan harusnya sopir dan buruh angkut sampah ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah.

"Mereka merupakan ujung tombak untuk kebersihan Kota Manado, harusnya Pemkot memberi perhatian khusus, tapi kenapa seakan dianak tirikan, harusnya para buruh ini menjadi skala prioritas. Mengingat sangat jarang yang mau bekerja sebagai buruh pengangkut sampah," tutur Legislator asal PDIP ini.

Makawata juga menambahkan, meningkatnya volume sampah di Kota Manado, tidak dibarengi dengan peningkatan mutu kesejahteraan para buruh pengangkut sampah.

"Pastinya keluhan serta asprasi yang dibawa oleh para sopir dan  buruh pengangkut sampah ini, akan kami teruskan kepada rekan-rekan kami di Komisi I, mengingat Kecamatan merupakan mitra kerja mereka," ungkap RoMa, akrab disapa.

Menanggapi berbagai aspirasi yang masuk di Komisi III ini, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup, Treesje Mokalu, mengatakan tidak keberatan apabila menerima keluhan dari sopir maupun buruh pengangkut sampah, tapi alangkah baiknya apabila kita melakukan crosschek terlebih dahulu.

"Baik biaya BBM maupun ada kerusakan mobil yang terjadi, sudah kami anggarkan, tetapi harus sesuai mekanisme. Kalau BBM kami biayai sesuai ret atau kerja, kalau kerusakan mobil dilaporkan dulu ke dinas BLH, dan langsung dicairkan anggaran untuk perbaikan, dan tidak lagi sopir menggunakan biaya dari kantong pribadi," ujar Kadis.

(Angki)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sopir dan Buruh Angkut Sampah Curhat ke Komisi III

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan