Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Ditahan Hakim ke Rutan, ASN Pemkot Manado Mendadak Pingsan

04/02/20, 13:59 WIB Last Updated 2020-02-05T07:01:43Z
adv google
Terdakwa LS tiba-tiba pingsan.(istimewa)

Manado,BLITZ--Jadi terdakwa dalam kasus penipuan dan penggelapan, akhirnya Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bertugas di salah satu instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, berinisial LS alias Loan (40), harus menelan pil pahit akibat di tahan oleh ketua Majelis Hakim Relly Behuku SH MH di Rumah Tahanan (Rutan) Malendeng.

Mirisnya lagi, ketika penetapan penahanan dibacakan Loan pun, tiba-tiba pingsan di ruang sidang Selasa (4/2) kemarin. awalnya, ketika ketua majelis hakim menanyakan, apakah terdakwa akan didampingi penasehat hukum (PH), dijawab terdakwa akan menghadapi sendiri. Akan tetapi ketika penetapan penahanan dikeluarkan serta dibacakan,terdakwa menarik kembali pernyataannya tersebut, bahwa dirinya dalam persidangan akan didampingi PH.

Tak berapa lama, hanya hitungan menit, terdakwa  pingsan,  terdakwa juga sempat meminta untuk penangguhan penahanan secara lisan saat sidang telah usai,  dengan alasan putrinya yang masih duduk di Sekolah Dasar tidak ada yang menjaga.

Terpisah, Ketua majelis hakim Relly Behuku, ketika dikonfirmasi hakim menegaskan permohonan tidak dikabulkan. “Saya baru mengeluarkan penetapan penahanan , tidak ada itu dicabut,” tegas Behuku.

Diketahui Loan menjadi terdakwa atas kasus penipuan dan penggelapan terhadap Novianty Sulu. Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Suryanti membacakan dakwaan milik Terdakwa Loan.

Dimana kasus tersebut berawal dari perkenalan antara korban dan terdakwa lewat media facebook, Februari 2018. Terdakwa menghubungi korban, bertujuan meminjam uang.

“Saya perlu uang untuk beli apartemen, karena anak  saya akan menjad artis di Jakarta. Uang akan dipulangkan bulan depan.”

Ditelpon secara berulang-ulang, membuat korban memberikan pinjaman dengn mentransfer Rp25 juta. Uang dikirim melalui dua bank berbeda. Dua hari kemudian Terdakwa Loan menghubungi kembali korban. Terdakwa Loan meminta tambahan uang dengan alasan uang membeli apartemen kurang.

Setelah dua kali berhasil, Terdakwa Loan kembali meminjam uang berkali-kali. Mulai dari alasan orang tua sakit hingga urusan anaknya pindah sekolah. Janji dari Terdakwa Loan, akan mengembalikan uang pada akhir Maret 2018. Adapun Total uang pinjaman diberikan mencapari kurang lebih Rp175 juta.

Ketika akan ditagih, tiba-tiba Terdakwa Loan berjanji akan mengembalikan pada bulan berikutnya. Tapi tidak ada niat baik, Terdakwa Loan memblok nomor milik korban. Hingga kini uang milik korban tak dikembalikan, kemudian membawa masalah ini ke ranah hukum.

Oleh JPU, Terdakwa Loan dijerat pasal 378 KUHP, dan dakwaan kedua pasal 372 KUHP.  Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.


Ronal Sumakul 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ditahan Hakim ke Rutan, ASN Pemkot Manado Mendadak Pingsan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan