Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Polres Gelar Rekon, ini Fakta Baru Pembunuhan di Melonguane

07/02/20, 15:26 WIB Last Updated 2020-02-07T08:26:36Z
adv google
Konferensi Pers Polres Talaud.(foto:istimewa)



Melonguane, BLITZ--Satuan Reskrim Polres Kepulauan Talaud gelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan tersangka Corinus (CP) alias Ungke (42 tahun) terhadap korban Darma Saweduling (53) petani asal Melonguane di halaman Polres, dipimpin Kasat Reskrim Ipda M Maulana Miraj, Jumat (7/2).


Dari 23 reka adegan yang diperagakan oleh tersangka, yang disaksikan istri dan anak korban juga hadir selaku saksi bersama dua saksi lainnya, didapati sejumlah fakta-fakta yang melengkapi proses penyelidikan maupun penyidikan yang sudah dilakukan Satuan Reskrim.


"Adapun kejadian terjadi pada 27 Januari lalu di depan toko dunia anak Melonguane Timur. Adapun motif terjadinya pembunuhan ini terkait masalah hutang piutang antara korban dan tsk. Tsk dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup," jelas Kapolres AKBP Alam Kusuma dalam konferensi pers seusai rekonstruksi, Jumat (7/2) pagi.


Ditambahkan Kapolres, tsk merupakan residivis yang pernah melakukan tindakan yang sama di Desa Kuma Kecamatan Essang tahun 1997.


"Adapun barang bukti yang kami sita berupa sebilah parang sepanjang 50,5 cm serta baju korban saat melakukan aksinya. Kemudian karena ini sudah merupakan kejadian yang berulang dilakukan tsk, maka kita menerapkan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman paling maksimal," lanjut Kapolres.


Lebih jauh Kapolres menghimbau, untuk kasus ini ia menghimbau pihak keluarga untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian dalam melakukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.


"Kami dari pihak Kepolisian menghimbau pihak keluarga dan semua pihak lainnya menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian dan percaya kami akan bekerja seoptimal mungkin dalam menyelesaikannya," ucap Kapolres.


Ditempat yang sama, Kapolres juga menyampaikan penyitaan 532 Liter atau 888 botol minuman keras jenis captikus yang di muat di atas kapal KM Barcelona 2.


"Polres sudah melakukan penyitaan barang buktinya dan diamankan di Polres. Selanjutnya tim polrrs sementara melakukan penelusuran siapa pemilik miras ilegal ini," ujar Kapolres.


Di akhir konferensi pers, Kapolres menghimbau masyarakat Talaud untuk berhenti atau paling tidak mengurangi konsumsi miras.


"Sebab di banyak kejadian, akibat konsumsi miras yang berlebihan sering menimbulkan banyak tindak kejahatan. Maka dari itu kurangi bahkan stop mengkonsumsi miras dan mari jaga tali persaudaraan, keamanan bersama di daerah ini," pungkas Kapolres.


Den-Dala
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polres Gelar Rekon, ini Fakta Baru Pembunuhan di Melonguane

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan