Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Diduga eks Brigadir Polisi Picu Kekacauan Tambang Potolo

14/03/20, 09:41 WIB Last Updated 2020-03-14T08:36:38Z
adv google


Manado, BLITZ--Viralnya aktifitas tambang resmi Potolo, di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lonayan, Bolmong sehingga ditertibkan pihak Polda Sulawesi Utara (Sulut) meninggalkan kecurigaan buruh dan masyarakat sekitar.

Penutupan usaha emas legal yang dikelola tiga koperasi yakni Hatama, Waskita Utama dan Medio Potolo itu dianggap sebagai tindakan responsif penegak hukum tanpa meneliti siapa oknum yang menciptakan kegaduhan.

Penelusuran sejumlah media massa, ditengarai ada oknum mantan brigadir polisi yang mempunyai kepentingan tidak sehat dan berusaha menerobos usaha tambang rakyat itu. Nama oknum mantan brigadir Polda Sulut disebut-sebut berhasil mempengaruhi keputusan lembaga penegak hukum untuk menindak usaha resmi yang sudah berlangsung bertahun-tahun di Potolo Bolmong.

"Dia buka lokasi tambang di titik sekitar. Tapi gagal dan merugi. Lantas dia paksa mau menambang di lokasi orang. Tapi tidak diberi pemilik lokasi. Lalu saya yang dia seret sebagai mafia di tambang itu," ungkap Stenly, pengelola tambang, di Potolo, Jumat (13/3/2020) kepada wartawan.

Stenly menegaskan, status dia di usaha tambang itu hanya sebagai pengelola yang dikontrak pemilik tambang karena kompetensi yang berkaitan dengan minning (penambangan).

"Saya bukan pemilik tambang. Bukan mafia atau apalah. Saya tahu kemauan oknum yang mendesak penertiban tambang Potolo. Tapi masakan karena gagal dan tidak produktif kemudian memaksa penegak hukum menutup tambang resmi yang sudah bertahun-bertahun menjadi dapur hidup masyarakat,'' ujar Stenly.

Ia berharap, Polda Sulut mempertimbangkan langkah penertiban dan tidak dipengaruhi kepentingan oknum tertentu. ''Alangkah baiknya teliti dulu motif orang yang mendesak penertiban tambang resmi. Jangan karena kegaduhan yang diciptakan seseorang, hak rakyat untuk mengakses kebutuhan hidup ditutup,'' pinta Stenly.




**/RS
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diduga eks Brigadir Polisi Picu Kekacauan Tambang Potolo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan