Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Warga Tolak Pemindahan TPA Sumompo ke Pandu

03/06/20, 20:07 WIB Last Updated 2020-06-03T13:08:38Z
adv google
Anggota DPRD Kota Manado, Vanda A Pinontoan, saat mengutarakan penolakan, terhadap pembangunan TPA di Kelurahan Pandu.(AnQ) 
Manado, Blitz - Pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk warga Kota Manado, yang rencananya akan dibangun di Kelurahan Pandu, mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Pandu sendiri.

Ini dibuktikan dengan munculnya berbagai penolakan, dalam sosialisasi pemanfaatan tanah negara di Kantor Kecamatan Bunaken, Rabu (3/6) siang.

Seperti yang diungkapkan Petres Pangkey, dimana dirinya mempertanyakan kenapa Kelurahan Pandu, yang dipilih sebagai lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), menggantikan TPA Sumompo.

"Kenapa Pemerintah harus memilih Pandu, menjadi lokasi yang saat ini diwacanankan sebagai pengganti TPA Sumompo. Bukankah lahan milik Pemerintah tersebut, diperuntukan bagi perkebunan, saat Walikota masih Jimmy Rimba Rogi. Tapi kenapa sekarang Pemkot malah mau merubahnya menjadi TPA, karenanya kami menolak pemindahan TPA ke Pandu," ujarnya tegas.

Senada diutarakan perwakilan Keluarga Tumbel, yang merupakan salah satu pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan lahan milik pemerintah. Dia mengungkapkan, harusnya Pemerintah lebih bisa memikirkan keberadaan warga, jangan mengambil keputusan sepihak.

"Kami selaku pemilik lahan juga warga setempat, sangat menolak adanya TPA di Kelurahan Pandu. Seperti ini saja, baru mendengar adanya sosialisasi tentang rencana pembangunan TPA, kami sudah merasa sedih dan sakit hati, apalagi nanti jika memang benar-benar akan dibangun. Pemkot juga harus memperhatikan kami warga yang tinggal di sini," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kota Manado, asal daerah pemilihan Tuminting/Bunaken/Bunaken Kepulauan, yang juga tercatat sebagai warga Kelurahan Pandu, Vanda Pinontoan, juga mengungkapkan penolakannya terhadap wacana pemindahan TPA Sumompo ke Pandu.

"Sebagai anggota DPRD, saya tidak pernah melihat ada program ini di APBD, jadi sama sekali tidak tahu mengenai rencana pembangunan TPS di Kelurahan Pandu. Apakah ini Program yang tiba saat tiba akal?," tutur Wakil Ketua Komisi I ini.

Srikandi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, bahwa Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado, di lokasi tersebut adalah lahan pertanian, karenanya sangat tidak layak bagi Pemerintah untuk membangun TPS disitu.

"Belum ada perubahan RTRW, jadi tidak wajar apabila dibangun TPA. Intinya kami yang diberi mandat oleh rakyat, untuk menyuarakan suara dan aspirasi kepada pemerintah, juga selaku warga masyarakat Kelurahan Pandu, menyatakan sangat menolak pembangunan TPS di Kelurahan Pandu," tutur Vanda dengan nada tegas.

Hal serupa juga dikatakan Piet Patimbano, yang merupakan tokoh masyarakat, yang mana menurutnya lokasi lahan Gunung Tumpa, harusnya merupakan kebanggaan untuk warga Kota Manado, jangan dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir.

"Manado hanya memiliki satu gunung yang merupakan paru-paru Kota Manado yakni Gunung Tumpa, harusnya pemerintah memberi perhatian lebih. Lokasi tersebut lebih cocok dijadikan hutan Kota juga obyek wisata, bukan malah menjadikannya TPA. Untuk itu kami meminta Pemerintah dalam hal ini Pemkot Manado, agar mencari lokasi lain untuk dijadikan TPA," tandasnya.

Menanggapi berbagai penolakan yang ada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Treisje Mokalu, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hak setiap warga, baik itu menolak ataupun menerima.

"Merupakan sesuatu yang manusiawi, apabila ada penolakan dari Warga. Karenanya kami sebagai pelaksana program pemerintah, akan melaporkan hal ini kepada Walikota untuk bisa ditindaklanjuti, karena apapun yang diprogramkan Pemerintah adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri," tutup Mokalu.

Perlu diketahui, turut hadir dalam sosialisasi pemanfaatan lahan Pemkot ini, Camat Bunaken - Boyke Pandean, Kadis DLH - Treisje Mokalu, Anggota DPRD - Vanda Penonton, Perwakilan Dinas PU, Kapolsek Bunaken, Danramil, Lurah Pandu, Sekretaris PolPP -Willem Wongkar, Tokoh Masyarakat, Ketua LPM - Robby Wongkar, para pemilik lahan yang berbatasan dengan tanah pemerintah, bersama puluhan warga Kelurahan Pandu. 

(Fangky) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Warga Tolak Pemindahan TPA Sumompo ke Pandu

1 komentar:

  1. Sya tidak setuju kelurahan pandu utk jdi tpa
    Mslah sampah adalah tanggunga jawab pemkot bersama masyarakat manado
    Bersama kita cri solusi terbaik utk tpa manado

    BalasHapus

Terbaru

Iklan