Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Peristiwa 27 Juli, Diperingati Para Senior PDI-P Dengan Sederhana

28/07/20, 08:54 WIB Last Updated 2020-07-28T01:54:31Z
adv google


Manado, BLITZ--Memperingati akan peristiwa 27 Juli pada Tahun 1996, dimana awalnya demokrasi ditegakan meski terjadi pertumpahan darah di Jalan Ponegoro Jakarta, beberapa pejuang dan aktifis partai PDI-P di Kota Manado berkumpul dan menyuarakan isi hati mereka.

Pasalnya para pejuang dan aktifis partai ini mulai dilupakan akan perjuangan serta kegigihan mereka, dalam memperjuangkan pendiri partai Moncong Putih yakni Megawati Soekarno Putri.

Dalam peringatan sekaligus Reuni ini yang dilangsungkan secara sederhana dengan ditemani secangkir kopi, di rumah salah satu Senior PDI-P Max L Siso turut dihadiri Janes parengkuan, Jus Tumurang, Julius Mandagi, dan Novie kolinug SH. 



Dari pertemuan tersebut Max L Siso dalam kesempatan ini mengungkapan Bahwa, kegiatan ini di laksanakan untuk memperingati peristiwa Malapetaka dua tujuh juli (Matatuli), yang adalah Sejarah perjuangan Partai yang saat ini menjadi penguasa di indonesia namun, seperti nya Mulai di lupakan oleh Kader Partai saat ini

"Kegiatan ini untuk memperingati hari Di mana Perjuangan partai yang saat ini rupanya mulai di lupakan oleh kader PDIP Khusus nya Di Sulawesi Utara.Ungkapnya

Siso Menambahkan Bahwa partai ini ada karena ada Air mata,darah dan Nyawa jadi harus di Kenang dan di renungi sebagai sejarah perjuangan besar partai 

"partai PDIP ini ada dan besar saat ini karena telah melalui proses pembataian yang luar biasa,partai ini besar karena ada Air mata,darah dan nyawa jadi bukan ada saat ini karena senyum saja." TegasNya

Janes parengkuan yang juga Senior PDIP Ketika di mintai komentar menyebut bahwa Pengurus dan Kader PDIP sulut saat ini hanyalah " PENIKMAT" harus nya mengingat dan menghormati Sejarah perjuangan partai

"Untuk Para penikmat saat ini Haruslah Menghargai dan menghormati Bahkan mengingat Bahwa partai ini ada saat ini   karena ada sejarah perjuangan yang panjang,jadi jangan sekali kali melupakan bahkan mengabaikan Sejarah itu." PintaNya

Novie L Kolinug yang adalah Saksi hidup Sejarah perjuangan 27 Juli ini menyebut bahwa peristiwa ini adalah Peristiwa perjuangan perlawanan Anak bangsa Yang pro demokrasi untuk memperjuangkan Demokrasi  

"Peristiwa 27 juli ini adalah sejarah perjuangan atau berkumpul nya anak Anak bangsa Yang pro Demokrasi, jadi saat itu bukan PDIP saja tapi kaum pro Demokrasi, kaum buruh,mahasiswa dan lain-lain berkumpul untuk memperjuangkan penegakan demokrasi yang saat itu berada di bawah kekuasan otoriter Soeharto, sejarah Mencatat bahwa Perjuangan itu murni untuk kepentingan bangsa," Tegasnya.




Ronald Sumakul

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Peristiwa 27 Juli, Diperingati Para Senior PDI-P Dengan Sederhana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan