Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Jelang Pilgub 2020, Shelomita Lumbu: Datang di TPS dan Berikan Hak Pilih Anda

15/11/20, 12:28 WIB Last Updated 2020-11-15T05:28:54Z
adv google


SULAWESI Utara menjadi salah satu dari sekian Provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pemilihan serentak. Di daerah ini, hajatan politik yang akan berlangsung Rabu, 9 Desember 2020 akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur.

Pemilihan serentak ini sendiri, awalnya dijadwalkan akan berlangsung 23 September 2020. Namun, perjalanannya tidak berjalan mulus. Kontestasi ini, terpaksa ditunda gara-gara pandemi corona virus disease atau lasim disebut Covid19. Ditunda kemudian dilanjutkan kembali, tantangan pun mengapung ke permukaan. Salah satunya covid19 itu sendiri, karena dianggap menjadi sebuah ancaman yang imbasnya ikut mengancam terjadinya penurunan partisipasi pemilih yang akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan, soal bagaimana kualitas pemilihan serentak ini, ketika tingkat partisipasi pemilih anjlok gara-gara covid19? Dalam suatu diskusi bersama Ikatan Wartawan Online Minahasa Tenggara yang dilaksanakan di sekolah saya, SMA Negeri 1 Ratahan awal pekan ini, Otnie Tamod, Komisioner KPU Minahasa Tenggara (Mitra) memberi penegasan soal beragam upaya KPU dalam menghadirkan Pilkada yang nyaman termasuk aman dari Covid19. Dirinya memaparkan, bahwasannya KPU selaku penyelenggara sudah menyiapkan regulasi terkait penyelenggaran Pilkada di tengah bencana non alam covid19 maupun Langkah-langkah pencegahan seperti mewajibkan rapid test dan swab bagi jajaran penyelenggara serta penerapan protokol kesehatan ketat di TPS saat hari H pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020.

Dari penjelasan tersebut, saya berkesimpulan, satu tantangan dalam pelaksanaan Pilkada di tengah pandemic covid19 sudah teratasi. Paling tidak, selaku penyelenggara, KPU telah berupaya menghindarkan Pilkada ini sebagai klister baru penyebaran covid19. Lantas bagaimana dengan sikap kita sebagai masyarakat khususnya wajib pilih?

Sejatinya, di Pilkada ini, saya belum tercatat sebagai wajib pilih, karena baru berusia 16 tahun. Akan tetapi, saya pikir tidak ada salahnya saya sebagai warga Negara ikut mendorong semua wajib pilih untuk memberikan hak pilihnya. Covid19 adalah sebuah tantangan, akan tetapi kondisi ini jangan sampai memupus harapan warga apalagi harapan kami sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa untuk melihat kemajuan daerah yang kita cintai. Perlu diingat, Pilkada ini adalah langkah awal bagi kita masyarakat khususnya warga Sulawesi Utara dalam menentukan arah kebijakan daerah ini dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Akan jadi apa Sulawesi Utara ke depan jika rakyat enggan memilih pemimpinnya? Keengganan rakyat untuk memilih pemimpin, sama saja dengan enggan melihat kemajuan daerah yang seyogianya adalah untuk kemajuan rakyat itu sendiri. 

Lewat catatan ini, ijinkan saya mengajak seluruh wajib pilih untuk datang ke TPS pada 9 Desember 2020 mendatang dan memberikan hak pilih. Soal siapa yang akan dipilih, itu tergantung dari Nurani kita masing-masing. Yang juga tak kalah penting, jangan memilih karena terdorong adanya pemberian (politik uang), akan tetapi pilihlah pemimpin yang benar-benar punya visi yang kuat untuk memajukan Sulawesi Utara. Pemimpin yang baik lahir dari setiap suara rakyat yang cerdas memilih pemimpinnya. Ayo memilih… Jaga Kesehatan, dan taatilah protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan covid19.(***)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jelang Pilgub 2020, Shelomita Lumbu: Datang di TPS dan Berikan Hak Pilih Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan