Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Aktivis dan Penggiat Sosial jadi Tersangka di Polresta Manado

12/03/21, 14:16 WIB Last Updated 2021-03-12T07:16:13Z
adv google

 

Falen D Kandou


MANADO, BLITZ-Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado, akhirnya menetapkan Aktivis dan Penggiat Sosial yakni Falen D Kandou, dalam dugaan kasus ITE dan pencemaran nama baik. 


Aktivis dan Penggiat ini ditetapkan sebagai tersangka, atas laporan dari PT Equity Word Future Manado. 


Dengan ditetapkan sebagai Tersangka Falen D Kandou akhirnya angkat bicara soal proses hukum yang dialaminya, dengan memberikan tanggapan. 


Menurut Kandou, bahwa dirinya sebagai Aktivis, yang selama ini mendorong dugaan kasus penipuan oleh PT Equity Word Future Manado, menyesalkan apa yang dialaminya. Karena dia merasa bahwa hak asasinya telah dibungkam.


Secara rinci ia menguraikan bahwa persyaratan mutlak negara hukum adalah negara berkewajiban untuk melindungi dan menghormati hak-hak asasi manusia, sehingga kebebasan berekspresi dalam 

menyampaikan pendapat adalah merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dengan Hak asasi manusia sebagimana secara tegas UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) UUD 1945.


Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.Dalam Pasal 28 F menyebutkan Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.


Penegasan UUD Terhadap kebebasan berpendapat Juga bisa di lihat dalam ketentuan Pasal 23 Ayat (2)  UU No 39 Tahun 1999 Tentang HAM Yang menyatakan, setiap orang bebas Untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebar luaskan pendapat Sesuai hati nuraninya,Secara lisan dan Atau tulisan melalui media cetak maupun elektronik dengan memperhatikan nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan negara. Maka dengan dasar ini Falen menyesalkan penetapan Tersangka atas dirinya oleh Polresta Manado.


"Apa yang saya sampaikan di media sosial tersebut adalah fakta dan bukan Hoax. Dimana pendapat yang saya kemukakan di media yang akhirnya membuat saya menjadi Tersangka ini ini adalah pendapat sebagai Aktivis yang menerima informasi masyarakat yang merasa Di Rugikan oleh PT Equity Word  Future manado dan saat ini sudah membuat pengaduan ke Badan pengawas berjangka komoditi (BAPPEBTI) dan Saat ini sebagian aduan Sudah masuk Proses Mediasi di Bursa Berjangka,Artinya apa yang saya sampaikan Bukan mengada-Ada," pungkas Ketua LSM patriot Garuda Nusantara.


Namun sebagai warga Negara yang baik Falen pun akan mengikuti proses hukum yang sudah diproses Polresta Manado. 


"Saya sebagai warga Negara yang baik Tetap menghargai Langkah Hukum yang telah di ambil Penyidik   polres manado Sembari Berharap Penyidik agar Bisa mengedepankan Hak Asasi manusia (HAM) Demi memenuhi rasa keadilan yang merupakan Hak setiap warga Negara yang di jamin oleh konstitusi,Untuk selanjutnya saya akan berkonsultasi Dengan Pengacara Apa langkah yang akan saya ambil Entah laporan balik ataupun Praperadilan yang pasti nya saya tidak akan diam begitu saja," tutupnya. 


Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Tomi Aruan ketika dikonfirmasi membenarkan akan penetapan Tersangka tersebut. Namun menurut Aruan bahwa penetapan Tersangka tersebut terlalui melalui proses gelar perkara, sehingga Falen D Kandou akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. 


"Penetapan tersangka terhadap saudara Falen, atas aduan dari PT Equity Word Future sebagai korban yang merasa dicemarkan nama baiknya di media. Dimana disebut oleh tersangka bahwa korban adalah penipu. Akan tetapi tuduhan dari Tersangka belum mendasar karena belum adanya proses hukum," terang Aruan. 


Lebih lanjut Aruan mengatakan seharusnya Tersangka menerima aduan masyarakat, jika menemukan ada indikasi dugaan kriminal segera melaporkan ke pihak Kepolisian. 


"Setiap orang berhak menyampaikan aspirasi sepanjang tidak melanggar hukum, norma pada masyarakat. Seharusnya kalau dia menerima pengaduan dari masyarakat bukan disampaikan dengan cara begitu di media, tetapi kalau dia punya bukti yg kuat dia laporkan ke penegak hukum dan juga mengadukan ke BAPPEBTI

Nanti penegak hukum  dan  BAPPEBTI yang  menelusuri betul tidak ada unsur penipuan dan pernyataan pers hanya bisa dilakukan oleh lembaga tersebut," jelas Aruan.




Ronald Sumakul



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Aktivis dan Penggiat Sosial jadi Tersangka di Polresta Manado

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan