Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Dengan Terapkan Prokes, BRI Ratahan Siap Salurkan UMKM Kepada Masyarakat

22/04/21, 20:23 WIB Last Updated 2021-04-22T13:23:46Z
adv google



RATAHAN -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) menjadi salah satu bank yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) Sejak di luncurkan pada 12 April 2021.


Hal ini Di jelaskan Kepala Kantor Unit BRI Ratahan Edwin Novkifly, bahwa saat ini mereka sementara menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat lewat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)


"Meski menghadapi sedikit kendala dalam penyaluran dikarenakan terjadinya kerumunan masa, di masa pandemi, namun semuanya dapat teratasi dan berjalan sesuai Protokol kesehatan (Protkes) ketat," kata Edwin.


Penyaluran BPUM yang dilakukan oleh BRI ini tetap mengedepankan protokol kesehatan, sehingga untuk mencegah terjadinya penumpukan atau antrian penerima BPUM, BRI menghimbau kepada masyarakat agar mengakses terlebih dahulu website https://eform.bri.co.id/bpum untuk mengetahui apakah masyarakat memperoleh bantuan tersebut atau tidak. 


Dalam penyalurannya, BRI menyalurkan BPUM sesuai dengan data penerima yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.


Setelah mengakses eform BRI, selanjutnya masyarakat bisa memasukkan nomor e-KTP dan mengisi kode verifikasi serta melanjutkan proses inquiry untuk mengetahui hasilnya. Apabila bukan termasuk penerima BPUM akan muncul notifikasi “Nomor eKTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM”. 


Apabila tercatat mendapatkan BPUM, maka selanjutnya dapat segera menghubungi Kantor Cabang BRI terdekat untuk waktu/jadwal pencairan, karena pencairan dilakukan secara bertahap, sesuai tanggal yang diberikan oleh BRI dan penerima BPUM bisa datang dengan membawa identitas diri.


Program BPUM ini diluncurkan pemerintah untuk membantu masyarakat yang memiliki usaha mikro, agar tetap bertahan di masa pandemi seperti saat ini. 


BPUM diberikan secara langsung dengan besaran Rp 1,2 juta kepada pelaku usaha mikro yang telah memenuhi persyaratan. Syarat tersebut antara lain Warga Negara Indonesia, mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), memiliki usaha mikro, bukan ASN, TNI/POLRI, serta bukan pegawai BUMN/BUMD.


Dalam melaksanakan pelayanan pencairan BPUM, Unit Kerja BRI senantiasa berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, termasuk dalam mengatur jumlah layanan maksimal per hari sesuai rekomendasi Satgas Covid-19 setempat, pemerintah setempat (Dinas Koperasi UKM baik tingkat 1 maupun tingkat 2), serta pihak berwajib lain untuk mengatur kegiatan pelayanan BPUM agar tetap sesuai dengan protokol kesehatan.


“Kami berupaya penyaluran BPUM dari pemerintah bisa dilakukan dengan optimal. Oleh karena itu kami menghimbau agar masyarakat penerima BPUM juga mematuhi protokol kesehatan dan memanfaatkan screening e-form yang telah kami siapkan,” pungkas Edwin.


Lanjut Edwin, dia juga berharap kepada setiap penerima UMKM, agar dapat mengunakan bantuan uang tersebut sebaik-baikNya untuk pengembangan dalam usaha di masa pandemi ini. 


"Saya harapkan kepada setiap penerima bantuan UMKM dari pemerintah, agar dapat gunakan sebaik mungkin, apalagi dalam mengelolah usaha. Manfaatkanlah bantuan itu untuk memperbaiki permasalahan ekonomi di masa pandemi ini," ujarnya lagi.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dengan Terapkan Prokes, BRI Ratahan Siap Salurkan UMKM Kepada Masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan