Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

PT MSM Diduga Main Dengan Mafia, Tanah Dan Ambil Emas Milik Warga

23/04/21, 09:28 WIB Last Updated 2021-04-23T02:28:21Z
adv google




BITUNG, BLITZ--Sungguh memiriskan, dengan apa yang terjadi pada seorang wanita lanjut usia berusia 67 tahun yakni Rosinta Butarbutar. Pasalnya tanah bersertifikat dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) 204 yang terdaftar di BPN Kota Bitung, saat ini telah dikuasai oleh PT. Meares Soputan Mining (MSM) dan/atau PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN).


Dengan tindakan dari PT MSM tersebut, maka Rosinta pun Akhirnya mendatangi lokasi tambang yang sudah dikuasai oleh PT MSM Kamis (22/4) kemarin. Sempat terjadi cekcok pasalnya, PT MSM telah memagari jalan masuk ke lokasi, ditambah penjagaan ketat oleh pihak Kepolisian dari satuan Pam Ovid dan Sabara. 


Akhirnya pagar yang telah dibuat secara diam-diam oleh PT MSM dirobohkan oleh Rosinta dengan cara menarik pagar tersebut hingga roboh. Setelah terjadi cekcok akhirnya Rosinta yang di kawal oleh tim advokad Dari Firma Hukum Fahmi Awule, bisa masuk ke dalam lokasi tambang dan mediasi dengam pihak perusahaan. 


Menurut Rosinta bahwa tanah tersebut sudah sah dimiliki sejak tahun 2004.


"Saya adalah pemilik yang sah dengan kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) Asli No.204/Desa Pinasungkulan, Bitung. Saya sudah memiliki dan menguasai tanah tersebut sejak tahun 2004 dan sudah pernah melaporkan PT.MSM dan/atau PT.TTN di tahun 2016 saat mereka baru melakukan drilling/pengeboran di lokasi. Perusahaan langsung menghentikan kegiatan drilling di tanah saya saat itu,"  terang Rosinta.


Diketahui ternyata Saat ini, PT.MSM sedang melakukan penambangan dengan alat berat dan sejak bulan  Februari 2021 dan Rosinta selaku pemilik tanah selalu berusaha menghentikan pengerjaan di lapangan tetapi tidak digubris. 


Dan lokasi tanah tersebut berada di pit kebun Alaskar yang diketahui memiliki cadangan emas yang sangat besar dengan kadar yang tinggi. Pemilik tanah sudah beberapa kali menyurati perusahaan dalam upaya damai  untuk berkomunikasi dengan perusahaan.


Bahkan sudah berjumpa secara langsung dengan Presiden Direktur perusahaan David Sompie di akhir Maret 2021 untuk menjelaskan bahwa Rosinta adalah pemilik yang sah atas tanah tersebut sejak 2004.


"Saya membeli tanah tersebut melalui prosedur yang berlaku dengan akta notaris dan saya plotting dan daftarkan ke BPN Bitung. Saya adalah pembeli beritikad baik yang mana hak saya dilindungi oleh undang-undang," ucap Rosinta. Dan saya berharap, pihak perusahaan bisa secepatnya mengambil keputusan, kalau tidak sampai saya meregang nyawa sekalipun, saya akan tetap menduduki tanah yang adalah milik saya karena perusahaan terus menerus melakukan penambangan tanpa seizin saya. Justru perusahaan telah membeli dibawah tangan ke pihak ketiga yang dasar kepemilikannya tidak berdasar bersama dengan perangkat Camat dan ini seperti modus operandi Mafia Tanah," ungkap Rosinta. 


Sementara itu Owner Firma Hukum Fahami Awule menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya agar supaya pihak perusahaan, memenuhi kewajibannya untuk mengganti rugi kepada pemilik tanah. "Kami akan mengawal ketidakadilan, yang telah dilakukan oleh PT MSM terhadap pemilik tanah. Jika PT MSM tidak juga ada upaya untuk beritikad baik kepada pemilik tanah, kami juga akan terus melakukan perlawanan Hukum," ucap Fahmi.



Ronald Sumakul




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT MSM Diduga Main Dengan Mafia, Tanah Dan Ambil Emas Milik Warga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan