Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Oknum Pengacara Masuk Seperti Pencuri, dan Rusak Police Line Objek Sengketa

05/05/21, 17:08 WIB Last Updated 2021-05-05T10:08:51Z
adv google

 

Gembok rumah telah terbuka.(foto:ist)


MANADO, BLITZ--Rumah elit di Kelurahan Bumi Nyiur Lingkungan II, Kecamatan Wane yang di Police Line oleh Polsek Wanea, telah diduduki secara sepihak oleh oknum pengacara berinisial DS alias Deymer. 


Langkah sepihak yang diambil oleh oknum Pengacara Deymer diketahui, ketika rumah itu telah ditempati oleh saudaranya sendiri bernama Stevi, saat sejumlah awak media bersama kuasa hukum Steven Kondoy Fahmi Awule and Patners, mendatangi rumah tersebut. 


Akan hal tersebut, Steven Kondoy selaku ahli waris sah berdasarkan alas hak dan legal standing yang kuat berupa akte Notaris merasa keberatan atas tindakan dari Deymer, yang diduga telah meminta kunci rumah kepada Polsek Wanea yang menyatakan bahwa rumah tersebut dalam status Quo. 


"Sebagai ahli waris, saya merasa keberatan akan tindakan dari Deymer, yang telah mengambil langkah sepihak untuk menempati rumah dimana masih dalam status Quo. Saya bingung, kenapa kunci rumah bisa ada di tangan Deymer, sedangkan kuncinya di pegang oleh Polsek Wanea," tutur Steven. 


Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Fahmi Awule melalui Aris Gumolung SH menegaskan bahwa tindakan dari Deymer, melanggar aturan, dan sikap dari pihak Kepolisian yakni Polsek Wane patut dipertanyakan. 


"Kami sebagai kuasa hukum, tidak terima dengan langkah sepihak yang dilakukan oleh saudara Deymer. Karena klien kami yang lebih berhak menduduki rumah tersebut, dengan memegang legal standing yang kuat serta alas hak dan sertifikat. Dan kami peringatkan, ketika pihak dari Deymer melakukan hal yang sama otomatis kami akan mengambil langkah hukum,"  ucap Aris. 


Saat dikonfirmasi kepada Kapolsek Wanea AKP Bartholomeus Dambe mengatakan bahwa pihaknya membuka Policeline demi kepentingan kedua belah pihak. 


"Saya berinisiatif, membuka Policeline agar adil bagi kedua belah pihak," terang Dambe. 


Namun Ketua Tim Dari Firma Hukum Fahmi Awule membantah bahwa Kapolek mengambil keputusan sepihak, dengan menyerahkan kunci ke Deymer.  


"Pekan lalu saya telpon Kapolsek, meminta agar Policeline dibuka karena klien kami memiliki alas hak, dari Notaris. Kalau pihak lawan yang dibantu Deymer hanya memegang alas hak berupa Kartu Keluarga KK, dan itu hanya kepentingan untuk sekolah. Namun sangat disayangkan, ketika kami meminta untuk membuka pintu rumah kepada Kapolsek, kunci rumah telah diberikan kepada Kasat Reskrim Polresta Manado. Tetapi kenapa kunci rumah diberikan ke pihak Deymer. Untuk pernyataan Kapolsek, yang mengatakan bahwa mereka membuka untuk kepentingan kedua belah pihak. Itu tidak benar,"  tegas Fahmi Awule.


Diketahui rumah tersebut milik almarhum Henny Kondoy, telah di duduki secara sepihak oleh anak asuhnya berinisial SS, yang belum memiliki kekuatan hukum tetap untuk menguasai rumah tersebut.


Menurut adik kandung dari Henny Kondoy, yang memegang sertifikat asli dan akte notaris yakni Steven Kondoy bahwa SS anak asuh Henny Kondoy telah sepihak menguasai rumah tesebut, dan diduga telah memalsukan data bekerjasama dengan salah satu oknum Pengacara Deymer.


Lebih memiriskan lagi, kematian Pemilik Rumah Henny Kondoy sampai saat ini masih misterius. Pasalnya, Steven Kondoy tidak bisa melihat Jenazah kakaknya sendiri pada saat akan dikuburkan.




Ronald Sumakul



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Oknum Pengacara Masuk Seperti Pencuri, dan Rusak Police Line Objek Sengketa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan