Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Residivis Kasus Penipuan Terhadap WNA Asal Korea, Dilimpahkan Polda Sulsel ke Kejati

07/05/21, 14:55 WIB Last Updated 2021-05-07T07:55:35Z
adv google

 



MANADO, BLITZ--Tersangka kasus penipuan yakni Anton Kamuh, yang telah melakukan kasus penipuan terhadap seorang investor asal Korea selatan Shin Yong Ju, akhirnya oleh Polda Sulsel dlimpahkan ke Kejati Sulsel (6/5/2021) kemarin.


Seperti dikutip dari Sulselsatu.com diketahui, Shin Yong ang dikenal sebagai Direktur utama PT Seven Energy Indonesia mengaku telah ditipu oleh Anton Kamuh orang kepercayaannya saat membebaskan lahan atau tanah seluas 7,4 hektar.


Lahan tanah tersebut terletak di Desa Tamalate, kecamatan Galesong Utara serta lahan yang ada di Desa Sampulungan Kecamatan Galesong Utara.


Hal ini berawal saat Shin Yong membebaskan lahan pada Januari 2008 namun Anton Kamuh membuat akte jual beli pada 2012 disaat Shin Yong berangkat ke Korea Selatan


Pelaku atau Anton Kamuh lalu mengurus akta jual beli (AJB) dengan menggunakan surat kuasa palsu. Dalam AJB itu, Anton Kamuh mencantumkan namanya dengan tulisan ‘dirinya bertindak untuk dan atas nama’ Presiden Direktur PT Seven Energy Indonesia


Selanjutnya tulisan bertindak dan atas nama dicoret diduga berdasarkan kesepakatan dengan camat Galesong Utara H Hamzah M Ap dan pejabat BPN Takalar Nuzuliyah.


Tak hanya itu, AJB itu lalu digunakan untuk mengurus dan menerbitkan sertifikat atas namanya. Setelah sertifikat terbit dengan atas namanya maka selanjutnya Anton Kamuh lalu menjual lahan seluas kurang lebih 5 hektar dari 7,4 hektar kepada pihak lain masing -masing untuk Ciendrapuri Gandatama dan (alm) Gaffar Patappe.


Untuk Gaffar Patappe seluas kurang lebih 2 hektar, sedangkan Ciendrapuri kurang lebih 3 hektar. Kini Anton sebagai pelaku telah ditangkap oleh aparat dari Polda Sulsel pada Sabtu di jalan Baji Pa’mai Kota Makassar.


Pada pekan lalu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Kombes Turman Sormin Siregar mengakui jika harapan Mr Shin untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap kasus 2014 lalu baru sekarang ada titik terang.


“Nanti setelah Kapolda dan Dirkrimum yang dikawal langsung oleh Kasubdit Ahmad Mariyadi beserta penyidiknya sehingga kasus ini menjadi p21, yang kemudian karena tersangka tidak kooperatif sehingga terbit surat DPO. Alhamdulillah pada hari Sabtu sekitar pukul 15.00 tepatnya dijalan baji pamai tersangka ditangkap,” ujar Kombes Turman, baru-baru ini


Abd Rahman Dg Ngola yang ditugasi untuk hadir di Polda mengaku sangat berterima kasih.


“Kami berterima kasih kepada Kapolda dan jajarannya juga memberikan apresiasi yang setinggi tingginya sehingga kami memiliki kepastian hukum,” ujar Abd Rahman Dg Ngola.


Dari sumber yang didapat, Anton juga pernah melakukan kasus serupa terhadap korban Shin Yong Ju di Kota manado, dan merupakan residivis sempat menjalani hukuman badan di Polresta Manado hingga ke persidangan.



Ronald Sumakul

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Residivis Kasus Penipuan Terhadap WNA Asal Korea, Dilimpahkan Polda Sulsel ke Kejati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan