Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Kesadaran Warga Masih Kurang, Pemdes Desa Malola Satu Ingatkan Pentingnya di Vaksin

21/06/21, 19:51 WIB Last Updated 2021-06-21T12:51:40Z
adv google


MINSE, BLITZ--Pemerintah Desa Malola Satu Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan bekerjasama dengan UPTD Dinas Kesehatan, hari ini lakukan Vaksinasi bagi masyarakat Desa Malola Satu. 


Adapun jumlah pendaftar yang akan di vaksin tahap pertama berjumlah 93 Orang yang bertempat di Kantor Desa Malola Satu, Senin (21/06/21).


Hukum Tua Desa Malola Satu Cianly S Liando M. Pd. Kepada Media ManadoBlitz.com mengatakan Vaksinasi tahap satu hari ini terbilang masih kurang, karna yang mendaftar ada 93 orang dan yang di vaksin hanya 35 orang.


"Vaksinasi tahap satu hari ini memang masih kurang dan itu terlihat belum ada kesadaran dari masyarakat meski sudah berulang ulang kali di himbau agar di vaksin, namun masih saja ada yang tidak mau untuk di vaksin. Seperti yang terjadi hari ini yang mendaftar saja hanya 93 orang dan yang di vaksin 35 orang," sesal Liando.




Lanjut Liando, diketahui ketidak hadiran tidak di Vaksin dikarenakan berhalangan seperti penyakit bawaan, serta tingkat darah yang naik atau Darah Tinggi.


Selain itu, Selaku Pemdes Malola Satu, Liando tak lupa meneruskan Himbauan serta aturan Presiden tentang Vaksinasi terlebih bagi Penerima Bansos.


"Satu hal yang saya sayangkan adalah bagi mereka yang tidak ingin di Vaksin apalagi para penerima Bansos, sebelumnya saya sudah berulang ulang kali sampaikan dan terus menghimbau kepada masyarakat agar segera mungkin untuk di vaksin terlebih bagi para penerima Bansos segera di Vaksin agar tidak dapat sanksi yang telah di tentukan pemerintah pusat lewat Peraturan Presiden No 14 tahun 2021, Presiden Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease. Perpres tersebut ditandatangani pada 9 Februari 2021," jelasnya.




Dalam Perpres Nomor 14/2021 itu diatur pula sanksi administratif bagi mereka yang menolak divaksin Covid-19. Ketentuan mengenai berbagai sanksi bagi penolak vaksin tercantum dalam Pasal 13A dalam Perpres tersebut.


Pasal itu menyebutkan, setiap orang yang ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin Covid-19 berdasarkan pendataan wajib mengikuti vaksinasi Covid-19.Dikecualikan dari kewajiban tersebut yakni bagi sasaran penerima vaksin yang tidak memenuhi kriteria sesuai indikasi vaksin Covid-19 yang tersedia.


Mereka yang ditetapkan sebagai penerima vaksin Covid-19 tetapi tidak mengikuti vaksinasi bisa mendapatkan sanksi berupa, Penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial.




Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan dan atau Denda


Pengenaan sanksi administratif tersebut dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah atau badan sesuai kewenangannya. Ucap Liando


"Maka dari Itu marilah ikut anjuran dan aturan dari pemerintah untuk Di Vaksinasi. Karna jika sudah di vaksin berarti masyarakat sudah membantu mengambil bagian dalam memutus mata rantai Virus C-19."tutup Liando.



Penulis: Herdy Wauran


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kesadaran Warga Masih Kurang, Pemdes Desa Malola Satu Ingatkan Pentingnya di Vaksin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan