Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Kejari Manado Lamban Tangani Dugaan Kasus Korupsi Incenerator

09/07/21, 12:41 WIB Last Updated 2021-07-09T05:41:42Z
adv google

 

Kejaksaan Negeri Manado.(ist)


MANADO, BLITZ--Penaganan kasus dugaan korupsi Incenerator di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, terkesan lambat. 


Pasalnya, ketika kasus ini dinaikan ke penyidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, belum juga tertangani sebagaimana mestinya. 


Saat dikonfirmasi pada bulan Juni lalu ke pihak Kejari Manado melalui Kepala Seksi Intelkam (Kasi Intel) Hijran Safar, ia menjelaskan bahwa pihaknya masih berupaya untuk melengkapi data perhitungan kerugian Negara yang diminta oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 


"Permintaan dari BPKP untuk melengkapi data sementara kami siapkan," tutur Hijran. 


Namun ketika dikonfirmasi sejak pekan lalu Kejari Manado masih bungkam terkait dengan kelengkapan data yang diminta oleh BPKP. 


Diketahui kasus ini bermula ketika Pemkot Manado melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pada tahun 2019 mengadakan alat 4 alat pembakar sampah dengan total anggaran Rp11,5 Miliar. Oleh Kejari Manado pengadaan ini pun diselidiki hingga piha Kejari menemukan adanya penyimpangan melawan hukum.


Dimana ada pihak ketiga yang sudah dianulir, ternyata dimasukan lagi untuk mendapat Penunjukan Langsung sebagai penyedia barang tanpa ada kajian teknis. Seharusnya sudah selesai di pertengahan Desember 2019, diperpanjang 45 hari pada pertengahan Januari 2020.


Dan anehnya, ketika pengadaan tersebut belum diselesaikan ada rekanan yang mengatakan belum dibayar, dan ada rekanan yang sudah dibayar. Ditambah lagi belum selesainya pengadaan dengan capaian 100 persen, uang sudah dicairkan tetapi diblokir.



Penulis: Ronald Sumakul



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kejari Manado Lamban Tangani Dugaan Kasus Korupsi Incenerator

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Iklan