Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Lapor Grace Sarendatu ke Polda, Ternyata Oknum AKBP RK Pakai Surat Abal-abal

14/09/21, 21:06 WIB Last Updated 2021-09-14T14:07:03Z
adv google

MANADO, BLITZ-Laporan Polisi yang dilayangkan oleh oknum perwira Polisi di Kepolisian Daerah  (Polda) Sulut yakni AKBP RK alias Robert, kepada saudari Grace Sarendatu nampaknya akan berbuntut panjang. 

Pasalnya Robert sebagai pelapor telah melaporkan Grace dalam kasus tentang penggelapan hak, membuat surat palsu, dan pemalsuan surat akan mental dengan sendirinya ketika diketahui bahwa Robert hanya memegang surat kuasa yang tidak bisa dibuktikan legalitasnya. 

Dimana Robert dikuasakan oleh pemilik PT Borneo Jaya Emas, yang merupakan Warga Negara Asing (WNA), dengan memegang surat kuasa yang di buat di Amerika Serikat tanpa ada pengesahan atau tidak tercatat di Kementrian Luar Negeri, dan Kementrian Hukum dan Ham. 

Maka dengan tidak adanya legalitas dari surat kuasa tersebut maka Pengacara dari Grace Stevi Dacosta SH MH, bakal melaporkan balik pelapor Robert. 

"Banyak kejanggalan dari bukti laporan, yang dilaporkan oleh pelapor. Dimana surat kuasa dari PT Borneo Jaya Emas, tidak tercatat di Kemenlu dan Kemenkumham, sedangkan  Putusan Mahkamah Agung Nomor 3038 K/Pdt/1981 tanggal 18 September 1986 menyatakan bahwa keabsahan surat kuasa yang dibuat di luar negeri selain harus memenuhi persyaratan formil juga harus dilegalisir lebih dahulu oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (“KBRI”) setempat," terang Dacosta. 

Lanjut dikatakan Dacosta bahwa kliennya telah menduduki lahan yang disengketakan Robert dengan memegang Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), sejak tahun 2014. 

"Klien kami telah memegang PPJB, dari pembelian tanah sejak tahun 2014. Dan itu merupakan bukti kuat, bahwa tanah yang dibeli oleh klien kami berkekuatan hukum," tegas Dacosta. 

Diketahui bahwa pada tahun 2014 Grace sebagai terlapor, membeli tanah seluas kurang lebih 11 hektar di Desa Ratatotok di pegunungan Alason, pada saudara Boy Taroreh dengan legalitas 
Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Ternyata tanpa diketahui oleh terlapor tanah tersebut dijual kembali oleh Boy Taroreh ke PT Borneo Jaya Emas dengan membuat Akte Jual Beli (AJB), yang menurut pelapor dibuat dihadapan Camat setempat. Akan tetapi sampai kasus ini dilaporkan oleh pelapor, belum diketahui siapa yang menandatangani AJB tersebut. 

Nah, pada tahun 2018 sesudah AJB antara Boy Taroreh dan PT Borneo Jaya Emas terbit, terlapor sempat melakukan pengukuran tanah yang dibeli terlapor dari Boy Taroreh, bersama aparat Pemerintah di Desa Ratatotok tanpa ada masalah. 

Namun pada tahun 2020 terlapor kaget, ketika Robert sebagai pelapor memberitahukan bahwa, sudah ada tiga AJB antara Boy Taroreh dan PT Borneo Jaya Emas. Dengan pemberitahuan tersebut maka pada tanggal 17 Januari tahun 2021, terlapor mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tondano, untuk membatalkan tiga AJB dan saat ini masih dalam proses banding. 

Merasa keberatan dengan gugatan perdata yang dilayangkan oleh terlapor maka pelapor pun melaporkan terlapor ke Polda Sulut  pada tanggal 26 Agustus 2021 dengan nomor laporan STTLP/B/403/VIII/2021/SPKT/POLDA SULUT.



Penulis: Ronald Sumakul

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lapor Grace Sarendatu ke Polda, Ternyata Oknum AKBP RK Pakai Surat Abal-abal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan