Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Pesangon Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Karyawan Eks Sakura Mart Lapor ke Disnaker Sulut

12/09/21, 19:25 WIB Last Updated 2021-09-12T23:05:11Z
adv google
Mantan pekerja Sakurat Mart Minsel, siap melaprkan kasus pemecatan dan pesangon mereka ke Disnaker Provinsi Sulut.(ist)


MINSEL, BLITZ--Sudah jatuh tertimpah tangga pula, pribahasa tepat menggambarkan nasib mantan buruh salah satu supermarket Sakura Mart di Kabupaten Minahasa Selatan. 

Pasalnya, sudah diberhentikan sepihak, tak memiliki pekerjaan, bahkan ternyata hingga saat ini Owner eks Sakura Mart belum kunjung membayar pesangon.

Hal ini diungkapkan para mantan karyawan yang telah di PHK oleh perusan tersebut.

Dirinya mengaku hingga kini pemilik perusahan eks Sakura Mart sepertinya  sudah tak ingin membayarkan hak pemutusan kerja atau pesangon.

"Kami sudah laporkan kasus ini di Disnas Tenagakerja (Disnaker) Provinsi Sulut, karena di kabupaten tidak ada respon maka laporan ini kami ajukan langsung ke propinsi agar di tindak lanjuti terkait nasib kami," tegas para mantan karyawan toko tersebut.

Sama halnya diungkapkan mantan karyawan inisial IB. Menurutnya pemilik sakura Mart sepertinya tak mau bertemu dan berdiskusi dengan para mantan karyawan untuk membuat penjelasan. 

"Kami 46 buruh yang di PHK sudah membuat perjanjian waktu lalu untuk bertemu dan bernegosiasi namun owner Sakura engan bertemu. Bayangkan delapan kali pertemuan di dinas kabupaten, enam kali di dinas Propinsi hanya sekali datang dalam pertemuan dan itu pun hanya dengan pihak pengacara, pemiliknya sendiri tidak pernah bertemu dengan kami," ujarnya.

IB juga membeberkan bahwa Tokoh Sakura Mart kini sudah berganti kepemilikan. Namun sayangnya nasib dari pesangon pekerja hingga kini belum juga di bayarkan.

"Kan Sakura Sudah di jual 30 miliar, dan kini sudah beralih kepemilikan. Kenapa pesangon kami tak dibayar? hanya 3,7miliar sekian dan hanya itu yang kami minta, kami tak menghitung untuk selisi gaji UMP karana memang selama kami bekerja, kami tak pernah menerima gaji UMP yang sudah di tetapkan oleh kabupaten dan propinsi bahkan pusat. Kami berharap pemerintah dapat melihat nasib kami, karna kami bekerja di bawa UU Pemerintah," harapnya.



"Kami berharap ada etika baik dari Owner eks Sakura Mart untuk kami yang mereka permainkan. Karna kami para pekerja tinggal menunggu anjuran dari disnaker trans propinsi untuk di lanjutkan ke pengadilan." tutup IB mewakili teman-teman buruh.

Informasi juga yang di dapat, mantan eks manager Sakura akan dipanggil ke pengadilan terkait kasus perdata soal surat PHK.



Penulis: Herdy Wauran


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pesangon Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Karyawan Eks Sakura Mart Lapor ke Disnaker Sulut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan