Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Wagub Kandouw Terima Kunjungan Dubes Jerman, dan Apresiasi Museum Holocaust di Tondano

28/01/22, 18:34 WIB Last Updated 2022-01-28T11:34:30Z
adv google
Wagub Kandou Terima Kunjungan Dubes Jerman Ina Lapel.(ist)


SULUT, BLITZ--Museum Holocaust yang  merupakan insiden pembantaian, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap kaum Yahudi oleh rezim Nazi pada Tahun 1941-1945. Telah dibangun di Tondano Minahasa. 


Dalam sejarahnya Pada 27 Januari 1945, Uni Soviet memukul mundur Jeman dan mereka masuk ke kamp konsentrasi Auschwitz di Polandia. Lebih dari satu juta orang dibunuh di kamp konsentrasi itu.


Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian menetapkan 27 Januari sebagai hari peringatan internasional untuk menghormati para korban Holocaust


Dengan dibangunnya Museum ini, Wakil Gubernur Steven Kandouw menyatakan apresiasi yang tinggi. Pasalnya, Museum ini dibuka langsung oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lapel.


"Saya sangat mengapresiasi telah di bangunnya museum ini. Dan lebih berbangga lagi, bagi warga Sulut karena pembukaan museum ini, dihadiri langsung oleh Duta besar Jerman," ucap Kandou.


Senada juga Ina Lapel menyampaikan rasa kebanggaannya dam merupakan suatu kehormatan bisa di undang dalam pembukaan Museum Holocaust.


Suatu kehormatan berada di Minahasa dan berpidato di pembukaan Museum Holocaust. Museum sejenis ini dibuka untuk pertama kalinya di Asia Tenggara atas inisiatif komunitas Yahudi di sini,” kata Lapel melalui Twitter.


Diketahui, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lapel, menghadiri peresmian Museum Holocaust yang dibangun komunitas Yahudi di Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (27/1).


“Suatu kehormatan berada di Minahasa dan berpidato di pembukaan Museum Holocaust. Museum sejenis ini dibuka untuk pertama kalinya di Asia Tenggara atas inisiatif komunitas Yahudi di sini,” kata Lapel melalui Twitter.


Museum ini diresmikan bertepatan dengan peringatan hari Holocaust internasional. Lapel menegaskan bahwa Jerman akan selalu mendukung peringatan terhadap kejadian yang dapat menjadi pelajaran universal tersebut. Dan bahkan Selain Ina Lapel menyatakan akan melakukan kerjasama investasi di Sulut.


Ia juga menegaskan bahwa Jerman akan terus mendukung upaya perlawanan terhadap rasisme, anti-Semitisme, dan semua bentuk intoleransi.


Lapel kemudian mengingatkan, publik harus terus mengingat kejahatan luar biasa yang terjadi dalam Holocaust.


“Jika tidak, kita berisiko mengulanginya lagi. Namun, jika kita ingat, kita bisa menjadi sangat waspada dan langsung bertindak apabila muncul tanda-tanda kebencian rasisme dan anti-semitisme,” ucap Lapel.


Museum itu, menurut Lapel, merupakan tanda perkembangan yang baik, terutama bagi pemuda untuk proses pembelajaran sejarah.


“Museum akan menyasar anak muda sebagai sebuah pengalaman pembelajaran. Saya sangat senang bisa mengunjungi museum ini,” kata Lapel.



Penulis: Ronald Sumakul


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Wagub Kandouw Terima Kunjungan Dubes Jerman, dan Apresiasi Museum Holocaust di Tondano

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan