Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Viral Kurikulum Bahasa Daerah di Sekolah, SMAN 1 Tuai Pujian Pemerhati Budaya

27/03/22, 22:21 WIB Last Updated 2022-03-27T15:21:53Z
adv google


MINSEL, BLITZ--Viralnya pemberitaan yang di bagikan sejumlah netizen terkait sekolah SMAN 1 Kumelembuai,  di kabupaten Minahasa Selatan, yang kini menghidupkan kembali para siswa untuk mempelajari bahasa daerah (Tontemboan) lewat kurikulum bahasa yang akan di laksanakan setiap hari Jumat kini menjadi perhatian serius bagi pemerhati dan pecinta budaya di Tanah Toar Lumimuut Sulawesi Utara.


Hal ini di ungkapkan salah satu pemerhati budaya Iswan Sual. Lewat media Ponsel Iswan kepada wartawan media  ManadoBlitz.com mengatakan, sangat kagum dengan tindakan dari seorang kepala sekolah yang ada di SMAN 1 Kumelembuai.


Menurut iswan, Bahasa Tontemboan  adalah bahasa yang penuh dengan ilmu pengetahuan kini semakin punah ditelinga masyarakat terlebih yang berada di pusat kota. Sebagai Pelaku budaya, iswan sangat merespon baik akan pelajaran bahasa Tontemboan yang akan di adakan di Sekolah SMAN 1 Kumelembuai, bahkan mendukung penuh akan pelajaran tersebut.


"Ini sangat luar biasa, di era yang samakin moderen ini sangat di sayangkan Bahasa Tontemboan sangat kurang di minati oleh para kaum mudah. Namun secara pribadi, melihat akan terobosan dari kepala sekolah SMAN 1 Kumelembuai, kami sangat mendukung akan hal tersebut." ucap Iswan


Lanjut Iswan, "Ini adalah Warisan leluhur kita yang ada di tanah Minahasa. Sangat di sayangkan jika kita tidak pelajari bahasa Tontemboan yang banyak akan ilmu pengetahuannya." katanya


Iswan juga menjelaskan, dampak dari kurangnya minat dari para kaum mudah, dikarenakan selain kurangnya para Penutur, bahasa tontemboan juga tidak di khususkan untuk di gunakan secara umum. 


"Sebenarnya, dampak dari kurangnya minat belajar bahasa tontemboan dari para generasi mudah, itu karena kurangnya para Penutur dan bahasa tontemboan tidak juga di tuntut untuk mengunakan bahasa tersebut, seperti  di tempat kerja dan di sekolah." kata Iswan lagi


Isawan juga mengatakan, jalan terakhir untuk menghidupkan dan memperluas kembali berbahasa Tontemboan, adalah di laksanakanya kembali di Sekolah-Sekolah


"Ini adalah sebuah jatidiri atau identitas kita sebagai Asli orang Minahasa. Disayangkan para orang tua juga, kurang dalam menyampaikan dan berbicara bahasa Tontemboan kepada anak-anakNya, kalau mau berharap kepada Guru di sekolah, hanya ini jalan terakhir. Jujur kita tidak berharap terlalu banyak kepada para guru,  namun sekecil apapun usaha yang dilakukan oleh guru seperti kurikulum bahasa tontemboan, itu mempunyai dampak yang besar. " Pungkas Iswan yang juga sebagai Ketua Penghayat Kepercayaan "Lalang Rondor Malesung" itu. 


Hal serupa juga di ungkapkan oleh Pemerhati Budaya, Andika Talumepa. Iya mengatakan ini sangat baik untuk di laksanakannya kembali. Karna menurutnya, para kaum mudah yang kurang akan minat bahasa Tontemboan karna tidak paham akan arti dan makna dari bahasa tersebut.


"Bagus ini, apalagi guru sekolah yang kase ajar kita rasa dorang pasti jadi. Ini karna dorang blum paham, coba kalo so mangarti bacirita bahasa Tontemboan, pasti kurang bahasa itu yang dorang mo pake kalo bacita." Ucap Talumepa


"Ini sangat bagus, apalagi diajarkan oleh guru sekolah, saya rasa meraka "Murid-murid" pasti bisa. Ini hanya karena mereka belum paham saja, kalau sudah paham berbicara bahasa Tontemboan, pasti bahasa itu yang akan sering di ucapkan kalau berbicara."


Dikatakanya lagi, para kaum mudah di era sekarang ini, malah lebih banggakan bahasa luar, ketimbang bahasa daerah sendiri. 


"Yang lebih miris, para anak mudah jaman sekarang banyak yang saya temui dan lihat di jejaring sosial, bahwa mereka lebih suka menggunakan bahasa luar ketimbang bahasa daerah sendiri. Apakah malu dengan bahasa daerah sendiri, sampai harus gunakan bahasa daerah orang lain." ucap Talumepa dengan nada heran.


"Maka dari itu Sambungnya, pelajaran ini ada perhatian khusus dari pemerintah kabupaten Minahasa Selatan, terlebih untuk dinas Pendidikan tentunya, kalau bisa diharuskan semua sekolah untuk adakan kembali pelajaran bahasa Tontemboan."Tutup Talumepa.




Penulis:Herdy Wauran


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Viral Kurikulum Bahasa Daerah di Sekolah, SMAN 1 Tuai Pujian Pemerhati Budaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan