Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Hukum Tua Desa Tenga Disertijab, Dari Pelle ke Pijoh

28/04/22, 07:44 WIB Last Updated 2022-05-04T00:53:35Z


MINSEL, BLITZ--Serah terima jabatan Hukum tua desa Tenga dari penjabat lama Ferol Pelle kepada pejabat baru Hendro Pijoh,SH , dilaksanakan diaula kantor desa Tenga, Rabu, (28/04/2022).


Acara serah terima jabatan penjabat hukum tua desa Tenga tersebut diawali dengan Pembacaan Berita Acara oleh ketua BPD Hardy Liow.


Selanjutnya Hukumtua lama Ferrol Pelle menyerahkan infentaris desa kepada hukumtua yang baru Hendro Pijoh.



Dalam kesempatan tersebut Ferrol selaku pejabat lama dalam sambutanya menyampaikan terima kasihnya telah di percayakan sebagai pejabat Hukumtua desa tenga selama selama 1 Tahun 1 Bulan 9 hari. 


"Pada kesempatan ini sehubungan dengan berakhirnya Tugas saya selaku Pj. Hukum Tua di Desa Tenga, maka ijinkan saya selaku pribadi dengan penuh kerendahan hati mengucapkan Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bpk. Bupati dan Bpk Wakil Bupati Minahasa Selatan atas kepercayaannya selama 1 Tahun 1 Bulan 9 hari saya memimpin Desa Tenga ini.Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh masyarakat Desa Tenga yang telah mendukung/Mensuport saya bahkan bekerja sama dengan penuh semangat dan ketulusan membangun Desa Tercinta ini," ujar Ferol.


Lanjut Ferol, Kepala Lembaga, Badan (BPD), Prangkat Desa Tenga, PKK, BKSAUA, BumDes, Comunitas Motor (MTC) Para Pemuda Tokoh-toko Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh pendidikan, Akademisi Polsek Tenga, Satlantas Polres Minsel.


"Dan semuanya yg telah penuh antusias bahu membahu demi mewujudkan suatu Perubahan nyata bagi Desa yg sama-sama kita cintai ini, skali lagi trima kasih," ujarnya lagi.



"Sebagai seorang ASN saya sangat menyadari soal loyalitas dan kepatuhan kepada pemimpin sebagaimana aturan yang ada. Jadi soal di ganti dan mengganti, menjabat pada suatu posisi semua ada waktunya, karna jabatan adalah kepercayaan, bukan utk selamanya, dan siap di tempatkan dmn saja," pungkasnya.


Ditambahkan Ferrol, Dan pada kesempatan ini juga sebagai manusia yang penuh keterbatasan, kekurangan dan tidak sempurna adanya. Tentunya saya menyadari banyak hal dengan sadar ataupun tidak sadar telah melakukan baik tutur kata.


"Sikap dan perbuatan yang menyakiti hati kalian semua, bahkan mungkin merugikan baik pribadi ataupun pd umumnya masyarakat Desa Tenga, maka saya pribadi memohon Maaf yang sebesar-besarnya. Saya sadar banyaklah kekurangan saya bahkan masalah pribadi s mungkin telah mencoreng nama Desa Ini, Saya mohon maaf atas ketidak sempurnaan saya dimata kalian semuanya," tutupnya.



Penulis: Herdy Wauran


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hukum Tua Desa Tenga Disertijab, Dari Pelle ke Pijoh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan