Bawaslu

minsel

minsel

Iklan

Iklan

Ratuliu: Penanganan Kasus Adik Kifly Sudah Sesuai Prosedur

18/07/22, 20:09 WIB Last Updated 2022-07-20T00:48:44Z
adv google
RATAHAN,BLITZ-Beredarnya vidio viral terduga pasien Suspec Rabies, Kifli Tangel (6) langsung dijawab tim medis dari Puskesmas Tombatu dan Puskesmas Silian melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dr Helny Ratuliu, Senin (18/07/2022).

Melalui Pers Konfrens dengan sejumlah wartawan, dikantor Pemkab Mitra tersebut, dr Helny Ratuliu, bersama Kepala Puskesmas Tombatu Dintje Kojong, Kepala Puskesmas Silian Raya dr Diana Tarore, juga dokter serta petugas medis yang menangani pasien atas nama Kifli Tangel (6).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dr Helny Ratuliu bersama Kepala Puskesmas Tombatu dan dokter jaga saat pasien di bawah ke Puskesmas Tombatu pada 13 Juli 2022, memberikan penjelasan terkait pelayanan hingga penanganan yang dilakukan kepada pasien Kifli Tangel.

Disebutkan Ratuliu, saat pasien tiba di Puskesmas Tombatu, petugas medis bersama dokter jaga langsung memberikan pelayanan dan pemeriksaan kepada pasien di tempat tidur atau bad UGD. 

"Ketika diobservasi saat itu, pasien mengalami deman, mual, mutah dan gelisah dan dari hasil observasi berdasarkan gejala yang dirasakan pasien, petugas medis kemudian memberikan obat", lanjut Ratuliu.

Ditambahkannya, setelah dilakukan tindakan medis termasuk memberikan obat, pasien tidak ada perubahan dan semakin menunjukan kegelisahan. "Petugas medis kemudian menyakan kepada orang tua apakah pasien sebelumnya tidak pernah digigit anjing.

Dari situlah orang tua pasien mengatakan bahwa beberapa waktu sebelumnya pasien pernah digigit anjing namun belum sempat disuntik karena saat itu kehabisan stok vaksin di Puskemas Silian," ungkap Kepala Dinas Kesehatan ini.

Juga menurutnya, pada saat itu kondisi pasien semakin menunjukan kegelisahan, kemudian oleh orang tua (ibu) yang tidak kuat melihat kondisi anaknya mangangkat/memeluk pasien dari tempat tidur/bed UGD dan membawa pasien ke luar dari ruang UGD. 

Ketika berada di luar UGD pasien semakin menunjukan kegelisahan dan terus merontak (seperti menahan sakit). Orang tua pasien pun tak bisa lagi menangani dan meminta bantuan petugas medis sebelum kemudian pasien di rujuk ke RSUD Noongan.

Dalam kasus ini, pihaknya ingin menjelaskan, bahwa penangan yang dilakukan kepada pasien sudah sesuai dengan standar pelayanan yang ada di Puskesmas. 

"Adapun ketika pasien diikat, itu secara inisiatif dilakukan petugas medis karena permintaan orang tua untuk membantu. Dan cara itu dilakukan demi keamanan pasien termasuk orang tua dan petugas medis," tegas Ratuliu sembari menambahkan kalau bahan yang diikatkan kepada pasien itu bukan bahan yang akan membuat luka tetapi kain has. Intinya demi kemanan pasien apalagi berada di Puskesmas Tombatu yang lokasinya berada diatas gunung.

Kesempatan ini juga kami perlu menjelaskan, bahwa pihak petugas kesehatan dari Puskesmas Tombatu tidak pernah mengeluarkan vonis bahwa pasien tersebut mengidap rabies. Catatan media yang dikeluarkan pihak Puskesmas Tombatu melalui dokter jaga dan petugas medis adalah dengan diagnosa rujukan yaitu Suspek Rabies. Selanjutnya setelah di rujuk ke RSUD Noongan, diagnosa dokter menyebutkan pasien Rabies.

Terkait dengan video yang beredar, kami perlu menegaskan bahwa itu bukan video dari tenaga medis. Artinya pihak Puskesmas tidak pernah menyebarluaskan video yang memperlihatkan kondisi pasien yang saat itu berada di lantai, diikat dan dalam kondisi yang memperihatinkan. Sebab petugas medis selama pasien berada di Puskesmas Tombatu dalam waktu kurang lebih 1 jam 30 menit berusaha memberikan pelayanan yang maksimal.(Devon Pondaag)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ratuliu: Penanganan Kasus Adik Kifly Sudah Sesuai Prosedur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Topik Populer

Iklan