Minsel Blitz--Festival Tunas Bahasa Ibu kembali di gelar dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Minahasa Selatan.
Kegiatan yang melibatkan kurang lebih 204 siswa SD dan SMP se Kabupaten Minahasa Selatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Minahasa Selatan Brigtjen Purnawirawan Theodorus Kawatu di Villa Hotel Sutan Raja Amurang, rabu (28/10/2026).
FTBI menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan bahasa dan sastra daerah sekaligus memperkuat upaya pelestarian bahasa Minahasa Tountemboan.
Pada kesempatan tersebut Wabup Kawatu menyampaikan apresiasi kepada dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Minahasa Selatan. "Ini merupakan salah satu langkah untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah, khususnya di kalangan generasi muda. Tentunya sebagai pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Disdikbud Minsel terhadap upaya pelestarian bahasa ibu di kabupaten Minahasa Selatan lewat kegiatan FTBI saat ini. " Tutur Kawatu
Dirinyapun berharap kegiatan ini bukan hanya sekedar lomba, namun terus di asah di lingkungan sekolah, agar para siswa semakin mengenal, mencintai, dan turut mewariskan kekayaan bahasa, serta budaya daerah kepada generasi mendatang.
Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan Arthur D. Tumipa M. Ed lewat kepala bidang Kebudayaan James Mawitjere mengakatan. Pemenang lomba FTIP tingkat Kabupaten akan di utus ke tingkat propinsi.
"Nantinya ada 6 pemenang dalam ajang ini yang akan di utus ke tingkat propinsi." Ujar James
James menyampaikan Ini merupakan tahun ketiga kegiatan FTBI yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Minahasa Selatan. "Ini tahun ketiga Disdikbud Minsel laksanakan kegiatan ini." Tutur james
James juga menyebutkan pada tahun 2024 Bupati Minahasa Selatan mendapatkan penghargaan di tingkat Nasional sebagai kesatria bahasa. "Dengan adanya kegiatan ini Tahun 2024 Bupati Franky Wongkar mendaptkan penghargaan sebagai kesatria bahasa dan itu merupakan gelar satu-satunya di Propinsi Sulut. Ungkap James
Untuk itu James Berharap pelaksanaan di tahun ketiga ini akan terus memberikan motivasi kepada para siswa dan para guru pendidik untuk terus bersama-sama mekesatraikan,mengajarkan para siswa agar mereka semakin mencintai bahasa daerah khusunya bahasa Tontemboan.
Diketahui juga, Adapun kategori lomba yang di perlombakan antara lain lomba Menulis cerpen, tembang, pidato,mendongeng, baca puisi dan komedi tunggal.